Menghitung Nishab dalam Rupiah


Oleh : Ustadz Imron Rosyadi

Ustadz , dalam berbagai kesempatan sering saya dengar bahwa ukuran nishab zakat adalah 85 gram emas. Dari mana menentukan hal tersebut dan bagaimana menghitungnya dalam rupiah ?

Jawaban :

Pada masa Rasulullah SAW, mata uang yang berlaku aat tiu ada dua. Pertama adalah dirham ( mata uang terbuat dari perak ) yang berasal dari Persia ( sekarang Iran ). Kedua adalah dinar  ( mata uang dari emas ) yang berasal dari Romawi. Kedua mara uang tersebut lazim dipakai di kalangan bangsa Arab saat itu. Bangsa Arab sendiri, saat itu, tidak memiliki mata uang. Pada masa Rasulullah SAW, nilai satu dinar sama dengan 10 dirham.

Niali perak lebih fluktuatif daripada nilai emas. Mata uang dirham mengalami kemerosotan nilai akibat melimpahnya hasil penambangan perak, sehingga nilai dirham terhadap dinar pun ikut merosot. Hal itu menjadi salah satu alasan para ulama kontemporer untuk memilih emas sebagai ukuran nishab zakat, dimana nilai emas relatif stabil dan bisa menjadi standar bagi mata uang lainnya.

Adapun nishab zakat harta dan zakat uang ditentukan berdasarkan hadits Rasulullah SAW. Diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Ali bin Abi Thalib RA,”Bila kamu mempunyai 200 dirham dan sudah cukup masanya setahun, maka zakatnya adalah 5 dirham, dan emas hanya dikenakan zakat bila sudah mencapai 20 dinar, bila mencapai 20 dinar dan masnya cukup setahun, maka zakatnya adalah setengah dinar”.

Adapun angka 85 gram emas pada nishab zakat, bisa diketahui berdasarkan bukti-bukti nilai dinar pada masa awal Islam sebagaimana tersimpan di berbagai museum, dimana satu keping dinar setara dengan 4,25 garam emas murni. Dengan demikian nishab zakat yang 20 dinar itu setara dengan 85 gram emas murni.

Apabila  kita  ingin  menghitung  ukuran  nishab  zakat  dengan  nilai mata  uang  setempat ( rupiah misalnya ), maka kita pertama kali harus  mengetahui  berapa  harga  emas  murni ( 24 karat ) di tempat tersebut. Apabila di daerah anda harga satu gram emas murni adalah Rp 100 ribu, maka nishab zakatnya adalah 85 dikali100 ribu , yakni senilai 8.500.000 rupiah. Wallahu a’lam bishshawab

Sumber : Klinik Zakat  ,  Galamedia, Kamis, 19 Januari 2006 /  19 Zulhijah 1426

  • Ustadz Imron Rosyadi, Lc , Dewan Syari’ah PKPU Jawa Barat

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Imron Rosyadi, Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s