Siapakah Ulil Amri ?


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, siapakah yang dimaksud dengan ulil amri dalam surah an-Nisa ayat 59 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul ( Nya ), dan ulil amri di antara kamu.“ Apakah syarat ketaatan kepada mereka?

Mas’ud -Sumbawa

Jawaban :

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian, jika kamu berlainan pendapat  tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah ( Al-Quran ) dan Rasul ( sunahnya ) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama ( bagimu ) dan lebih baik akibatnya.”  ( QS an-Nisa [4] : 59 ).

Imam al-Thabari dalam tafsirnya menjelaskan, para ulama berbeda pendapat mengenai maksud dari ulil amri dalam ayat ini. Sebagian mereka, seperti Abu Hurairah, berpendapat, ulil amri adalah umara ( pimpinan pemerintahan ). Sebagian lain, seperti Jabir bin Abdullah, Mujahid, Ibnu Abbas, `Atha bin Saib, Hasan al-Basri, dan Abu al`Aliyah, berpandangan bahwa ulil amri adalah para ulama dan ahli fikih.

Sebagian lain, seperti riwayat dari Mujahid, menyatakan, ulil amri adalah para sahabat Nabi dan menurut sebagiannya lagi seperti `Ikrimah, maknanya adalah Abu Bakar dan Umar. Dan Imam al-Thabari memilih pendapat bahwa arti ulil amri di sini adalah para umara atau pimpinan pemerintahan umat Islam. Ibnu Katsir dalam tafsirnya setelah menyebutkan pendapat ulama tentang makna ulil amri menyimpulkan bahwa ayat ini mencakup ulil amri dari umara dan ulama ( pemimpin agama ).

Dalam tafsirnya, Ibnu `Asyur menjelaskan, ulil amri dalam ayat ini adalah para pemimpin selain Rasulullah dari para khalifah, wali hisbah, pemimpin tentara, para fukaha, dan mujtahid dari kalangan sahabat sampai kepada para ulama pada zaman sekarang. Dan, ulil amri ini juga dapat di ka takan sebagai ahlul halli wal ‘aqdi.

Ridho menyebutkan, ulil amri dalam ayat ini, menurut Muhammad Abduh, adalah golongan ahlul halli wal ‘aqdi dari kalangan umat Islam, yaitu para penguasa, pemimpin, ulama, pemimpin tentara, dan semua pemimpin serta tokoh yang menjadi rujukan masyarakat dalam hal pemenuhan kebutuhan mereka serta mencapai kemaslahatan bagi mereka.

Berdasarkan ayat di atas, umat Islam wajib menaati perintah ulil amri-nya selama perintah itu tidak bertentangan dengan Al-Quran dan sunah Nabi. Jika ulil amri itu memerintahkan untuk melakukan maksiat atau yang bertentangan dengan Al-Quran dan Sunah, umat Islam tidak boleh menaati perintah tersebut.

Al-Sa’di dalam tafsirnya tentang ayat di atas juga menjelaskan, kita diperintahkan menaati ulil amri, yaitu para penguasa, pemimpin, dan para mufti. Sebab, tidak akan lurus urusan dunia dan agama masyarakat, kecuali dengan menaati dan tunduk kepada mereka sebagai ketaatan kepada Allah dan mengharapkan balasan-Nya, dengan syarat mereka tidak menyuruh untuk berbuat maksiat.

Jika mereka memerintahkan melakukan maksiat maka tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalam bermaksiat kepada Sang Khalik. Dan, mungkin inilah rahasia di balik dihilangkannya kata kerja ‘athi’u ( taatlah ) dalam perintah menaati ulil amri dan disebutkannya kata kerja itu dalam perintah menaati Rasul.

Siapa yang menaati Rasul berarti dia menaati Allah, sedangkan ulil amri maka syarat untuk menaati mereka adalah tidak dalam kemaksiatan. Wallahu a’lam bish shawab  ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu,21 Januari 2012 / 27 Safar 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Syariah and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Siapakah Ulil Amri ?

  1. nanasuryana2 says:

    ulil amri / umaro / kholifah / Imaamul Muslimin adalah satu tujuan dan fungsi mengembala ummat. yang memiliki sifat kasih sayang terhadap sesama dan tegas/ keras terhadap segala bentuk kekufuran/ kekafiran.
    Tidak pernak melakukan toleransi dalam ibadah QS Al-Kaafirun.
    jadi bangsa Presiden / raja / kaisar / pemimpin suatu daerah yang terbatas oleh teritorial kenegaraan bukanlah ULIL AMRI
    Karena mereka suka melakukan toleransi dalam beribadah( contoh : Ikut merayakan Natalan dll)

    ————————————————–

    Ketatan kita hanya kepada Allah dan Rasul-Nya, juga kepada ulil amri yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, ulil amri yang tidak menyuruh kita maksiat atau memberikan contoh perbuatan yang melanggar ajaran-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s