Wali Nikah Non-Muslim


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Saya mempunyai teman seorang perempuan yang baru masuk Islam, sedangkan kedua orang tua dan keluarganya non-Muslim. Yang ingin saya tanyakan, jika teman saya ini mau menikah, siapakah yang seharusnya menjadi wali nikahnya Ustadz? Apakah bapaknya yang non-Muslim boleh menjadi wali nikahnya?

Hamba Allah

Jawaban :

Allah SWT telah memuliakan orang beriman dengan memberikan fasilitas perlindungan-Nya. “Allah pelindung ( wali ) orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan   ( kekafiran ) kepada cahaya ( iman ). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan ( kekafiran ). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS al-Baqarah [2]: 257).

Islam sebagai din, sangat serius dalam menangani masalah perwalian karena terkait erat dengan kemuliaan Allah dan kemuliaan orang beriman yang dimuliakan Allah. Pada ayat tersebut di atas, Allah menegaskan, Dialah yang menjadi wali bagi orang beriman. Tentang pelarangan menjadikan wali dari kalangan kafir, baik perwalian secara umum maupun khusus, dipertegas dalam firman Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah ( untuk menyiksamu ) ?”( QS an-Nisa [4]:144 ).

Dalam syariat Islam, yang boleh menjadi wali nikah bagi mempelai perempuan adalah laki-laki yang pa ling dekat kepada perempuan dari keluarganya. Dimulai dari bapaknya, kakeknya dari pihak bapaknya, saudara laki-laki, anak saudara laki-laki, dan seterusnya dari jalur ashabah. Dan, di antara syarat menjadi wali adalah beragama Islam.

Oleh karena itu, tidak boleh seorang kafir menjadi wali nikah bagi seorang Muslimah meski dia adalah bapaknya. Ibnu Munzir menegaskan, para ulama sepakat tentang tidak bolehnya orang kafir menjadi wali bagi Muslimah. Hal itu berdasarkan firman Allah SWT, “Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang yang beriman.”  ( QS alNisa [4]: 141 ).

Ibnu Qudamah dalam kitabnya, al-Mughni, juga menyebutkan ijma ulama tentang tidak bolehnya orang kafir menjadi wali nikah bagi Muslimah. Jika wanita yang baru masuk Islam itu mau menikah, sedangkan keluarganya belum ada yang mengikutinya masuk Islam, walinya adalah wali hakim. Sedangkan, jika ada dari kalangan keluarga yang laki-laki beragama Islam, seperti saudaranya, pamannya atau keponakannya, merekalah yang menjadi walinya.Wallahu a’lam bish shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu, 18 Januari 2012 / 24 Safar 1433 H

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Keluarga, Pernikahan and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s