Takwa adalah Pintu Rezeki


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Suami saya adalah seorang penasihat hukum, yang saya tahu dalam pekerjaannya sehari-hari banyak berurusan dengan bayar-membayar oknum dan perantara para aparat terkait. Hal ini terpaksa dilakukan karena desakan kliennya.

Sementara itu, kami ingin sekali menjalani hidup bertakwa dengan sesungguhnya. Pertanyaan saya, di tengah lingkungan hukum yang seperti ini takwa yang bagaimanakah yang dapat mendatangkan rezeki yang berkah buat keluarga kami?

Hamba Allah

Jawaban :

Dunia ini carut-marut bukan baru sekarang dan kita hanya pendatang baru di dunia ini. Beruntunglah kita menjadi orang beriman yang masih dapat membedakan hak dan batil serta halal dan haram dengan jernih karena bantuan cahaya hidayah Allah SWT. Dan, di antara cahaya-cahaya Allah itu adalah firman Allah berikut ini: “…. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan, memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan, barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan ( keperluan ) – nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan ( yang dikehendaki ) – Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.“    ( QS Ath-Thalaq : 2-3 ).

Ayat di atas terkait dengan menegakkan rasa keadilan dalam diri, baik suami kepada istri atau dalam lingkup lebih luas. Misalnya, sebagai praktisi atau aparat penegak hukum yang dituntut berlaku adil kepada pihak yang lemah. Ketakwaan yang dilakukan dalam bentuk menegakkan rasa adil dalam diri dan keluarga juga keadilan dalam dunia hukum akan mendatangkan banyak keuntungan bagi penegaknya.

Pertama, Allah pasti akan mengadakan baginya jalan keluar dari kesulitan dan lingkaran problematikanya. Kedua, mendapatkan rezeki dari arah yang tiada ia sangka-sangka datangnya dari Allah. Ketiga, jika dibarengi dengan rasa pasrah dan bersandar pada Allah   (tawakal), Allah cukupkan kebutuhannya.

Sebagai seorang istri yang salihah, Anda harus berjuang membantu pasangan Anda dalam menjalani hidup takwa dalam bentuk menegakkan keadilan hukum dengan memenangkan yang benar dan kebenaran, dan bukan memenangkan yang membayar. Dampingi suami Anda agar menjauhi yang mungkar dengan amar makruf yang Anda lakukan.

Memohonlah bersama-sama kepada Allah agar merasa cukup dengan yang halal saja, palingkan keinginan dan harapan kepada yang haram sembari memohon kekuatan dari Allah lewat zikir-zikir yang dilantunkan. Inilah takwa yang dapat mendatangkan rezeki dan kemudahan.

Bentuk ketakwaan lain yang mendatangkan rezeki adalah dengan menghindari penghasilan yang haram dalam berbagai bentuknya. Mereka yang meninggalkan sesuatu yang diharamkan Allah karena takwanya pasti akan diberikan gantinya dengan yang lebih baik lagi oleh Allah. Apalagi jika penegakan keadilan itu berkaitan dengan kepentingan orang lemah.

Wallahu a’lam bish shawab  

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 16 Januari 2012 / 22 Safar 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Takwa adalah Pintu Rezeki

  1. Ass ww,
    saya sangat bersyukur krn Allah swt sangat mencintai saya, dengan bukti bahwa tanpa penghasilan yang pasti kami sek masih bisa makan dengan layak dan anak-anak juga bersekolah.Sudah hampir 9 tahun saya berjuang agar hutang-hutang saya bisa segera lunas, Ya Allah swt maafkan saya bukan karena saya tidak bersyukur tetapi saya ingin segera melunasi hutang-hutang saya dan hidup tenang dengan keluarga saya. berbagai jalan sudah saya tempuh ttp belum juga lunas hutang-hutang saya.Mohon saran apa yang harus saya lakukan?
    wass.

    ———————————-

    Waalaikumussalam,

    Bila kita mencintai Allah dengan penuh ketaatan kepada-Nya, Diapun berjanji akan mencintai kita. Dan Allah tak pernah ingkar janji.

    Apapun yang kita alami, semua merupakan ketetapan dari Allah. Sebagai seorang mukmin kita wajib menerimanya dengan penuh rasa syukur . Berusahalah dan terus berdoa. Diawali dengan niat yang ikhlas, kemudian action-nya sesuai dengan tuntunan Nabi SAW, dan disertai tujuan yang semata-mata untuk mendapat ridha-Nya.

    Soal hutang, itu merupakan hal yang sangat sulit dihindari. Yang penting hutang itu untuk tujuan-tujuan yang benar dan baik. Tapi, berhutang jangan dijadikan gaya hidup. Berhutang untuk kebaikan bukanlah sesuatu yang salah.

    Semoga kita tetap dalam lindungan-Nya.

    Salam untuk seluruh keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s