Mendalami Agama Tanpa Bahasa Arab


Oleh : Ustadz Budi Hata’at

Saat ini buku-buku agama terjemahan sangat banyak, bisakah mendalami agama untuk menjadi seorang ustadz atau ulama tanpa harus bisa bahasa Arab ?

Jawaban :

Digunakannya  bahasa Arab dalam al-Quran, bukanlah tanpa alasan atau ketidaksengajaan. Allah SWT berfirman, ”Sesungguhnya  Kami menurunkannya berupa al-Quran dengan berbahasa Arab agar kamu memahaminya.”  ( QS Yusuf : 2 ) . Pada ayat lain,”Agar kamu ( Muhammad ) menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan dengan bahasa Arab yang jelas.” ( QS Asy-Syu’ara : 194 – 195 ). Inilah alasan pertama dan utama, bahwasanya bahasa Arab adalah bahasa agama ini, bahasanya al-Quran dan al-Hadits, bahasa ibadah serta bahasa ilmu dan kebudayaan Islam. Tidaklah mengherankan apabila Imam Syafi’i RA berpendapat wajib hukumnya bagi kaum Muslimin mempelajarai bahasa Arab. Pendapat ini diperkuat oleh syaikhul Islam  Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Iqtidhalush Shirathil Mustaqim .

Selain itu, bahasa Arab adalah kunci bagi seseorang untuk membuka khazanah ilmu-ilmu dan kebudayaan Islam. Betapa luasnya ilmu-ilmu Islam yang telah ditulis oleh para ulama terdahulu ( klasik ) hingga saat ini ( kontemporer ) dituangkan dalam kitab-kitab berbahasa Arab. Kitab tafsir, hadits, fiqih, sirah nabawiyah dan ribuan judul kitab lainnya dari berbagai disiplin ilmu, ditulis dalam bahasa Arab.

Sangat kecil kemungkinannya  sumber ilmu tersebut diterjemahkan seluruhnya. Para penerbit, sebagai pengusaha, tentu hanya akan menerjemahkan kitab-kitab yang diperkirakan akan diminati oleh para pembaca, dengan kata lain ‘laku’ di pasar . Walaupun saat ini telah banyak judul kitab yang diterjemahkan, namun itu adalah sebagian kecil saja dari lautan ilmu agama ini.

Jadi, kemampuan berbahasa Arab mutlak harus Anda miliki bila berniat untuk mendalami agama Islam, terlebih bagi seseorang yang tugas pokoknya adalah mengajarkan masalah agama ( ustadz ), di mana ummat akan merujuk kepadanya tentang masalah-masalah agama. Wallahu a’lam bishshawab

Sumber : Fiqih Sunnah, Galamedia, Jumat, 20 Januari 2006/20 Zulhijah 1426 H

  • Ustadz Budi Hata’at, Lc , Pembina Yayasan Riyadhus Sunnah, Bandung

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Budi Hata'at, Fiqih, Pendidikan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s