Masalah Qunut pada Shalat Wajib


Oleh : KH Hilman Rosyad Syihab

Ustadz, di tempat kami pada shalat wajib biasa membaca qunut. Apakah hal demikian ada tuntunannya dari Sunah Nabi?

Jawaban :

Secara bahasa qunut berarti berdoa dan berdiri lama dalam shalat ( tuulul qiyam ). Melaksanakan qunut pada shalat wajib adalah hal yang masyru’, artinya ada tuntunannya dari sunnah Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari Jabir RA. bahwasanya Rasul SAW bersabda: “Shalat yang paling utama ialah berdiri lama untuk membaca dan berdoa” ( tuulul qunuut ).”   ( HR Ahmad, Muslim, Ibnu Majah dan at-Tirmidzi ). Rasulullah SAW melaksanakan qunut apabila beliau hendak mendoakan kebaikan atas suatu kaum, atau sebaliknya, berdoa untuk kecelakaan suatu kaum yang dzalim. Beliau melakukannya pada setiap shalat wajib, sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA: “Rasulullah SAW pernah berqunut sebulan berturut-turut pada shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh di akhir tiap-tiap shalat sesudah beliau membaca “samiallahu liman hamidah” dari rakaat yang terkhir”. ( HR Abu Daud dan yang lainnya )

Adapun qunut khusus pada shalat shubuh adalah hal yang diperselisihkan ( khilafiyah ) para ulama. Madzhab Syafi’i memandang qunut pada shalat shubuh hukumnya sunnah. Hal ini diantaranya berdasarkan hadits: “Adapun shubuh, maka nabi SAW berqunut sampai ( beliau ) meninggal dunia”. ( HR Hakim, Daraquthni, Ahmad ). Berkata Imam Nawawi: “Madzhab kami ( Syafi’i ) berpendapat sunnah melakukan qunut pada shalat shubuh, baik ada nadzilah atau tidak”. ( Syarah Muhadzdzab juz 3 hal 504 ). Adapun ulama yang menolaknya, memandang dalil-dalil ( hadits ) yang digunakan tidak sah (dhaif) untuk menetapkan adanya qunut khusus pada shalat shubuh.

Imam Ibnul Qayyim menguatkan pendapat qunut dibaca dalam kondisi tertentu (bencana), namun beliau tidak mengingkari atau menyebut bid’ah orang yang melaksanakan qunut terus-menerus. Berkata Imam Ibnul Qayyim; “Maka jika kamu katakan, dalam petunjuknya Rasulullah SAW tidak melakukan qunut secara terus-menerus dan tidak mengeraskan bacaan basmalah, itu tidak menunjukkan kebencian pada yang lain dan (tidak pula) menyatakan bahwa hal itu adalah bid’ah, namun petunjuk Rasulullah SAW adalah yang paling sempurna dan paling utama”. ( Zaad al-Maad jilid I hal 144 ). Wallahu’alam.

Sumber : Fiqih Sunnah, Galamedia, Jumat, 14 Juli 2006  / 18 Jumadil Akhir  1427

Gambar : http://ja-jp.facebook.com/
  • KH Hilman Rosyad Syihab, Lc  — Direktur Hayatur Rasul Foundation

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Fiqih, Hilman Rosyad Syihab, Ibadah, Shalat and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Masalah Qunut pada Shalat Wajib

  1. Hamba allah says:

    Assalmuallaikum
    ustad saya mau tanya,dulu saya sering melakukan hubungan intim dengan pacar saya,,sekarng saya mau nikah dengan pacar saya,apa ada yang beda dalam ijabkabulnya?
    Wasalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s