Mulia Bersama Islam


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, bagaimana caranya agar timbul rasa percaya diri dan kebanggaan sebagai seorang Muslim di tengah masyarakat Muslim kita yang sudah sangat dipengaruhi oleh materialisme dan gaya hidup hedonisme ini? Ditambah dengan pengaruh media massa yang selalu menyudutkan umat Islam dengan melabelkannya berbagai label negatif, seperti teroris, radikal, dan sebagainya sehingga membuat sebagian umat Islam merasa kurang percaya diri sebagai Muslim.

Hamba Allah

Jawaban :

Kita hidup pada zaman ketika Islam tidak dalam masa keemasannya atau katakanlah kita hidup pada masa ‘kekalahan’ dari sisi materi dan ilmu pengetahuan dibanding agama lain. Ada teori sosial berlaku pada semua zaman, yakni yang kalah cenderung mencontoh kepada yang menang.

Tanpa ada tambahan tuduhan pun, bangsa yang bermental kalah atau merasa hina di hadapan pemenang, maka ia sudah menghakimi dirinya sendiri dengan sederet tuduhan negatif.

Eropa dan Amerika yang menjadi negara adikuasa saat ini berkiblat pada sistem hidup materialisme kapitalis, maka bangsa-bangsa kalah dengan serta-merta mencontoh gaya hidup pemenang. Namun, seiring dengan peredaran zaman suatu hari nanti, teori kebenaran akan terbukti bahwa yang benar akan muncul dan gemilang, sementara yang batil akan hancur dan terlempar dari roda zaman.

Ketika menerima kunci Baitul Maqdis, Umar bin Khattab, sang pemimpin dua pertiga dunia ini, pernah berkata, “Kami adalah kaum yang telah dimuliakan Allah dengan al-Islam, jika kami menghendaki kemuliaan dari selain Islam maka Allah akan hinakan kami.”

Ungkapan seorang amirulmukminin ini tentu berdasarkan pemahaman dan kesadaran yang benar terhadap Islam. Lebih dari itu, beliau sudah merasakan betul keunggulan sistem hidup Islam yang diterapkannya itu. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya, agama ( yang diridai ) di sisi Allah hanyalah Islam.” ( QS Ali Imran [3] : 19 ).

Untuk mengembalikan kebanggaan umat Islam terhadap Islamnya, ada sebuah ungkapan bijak yang patut direnungkan, “Jangan perlihatkan keindahan alam pada orang buta, jangan perdengarkan mutiara-mutiara nasihat pada orang tuli. Sembuhkan mata dan telinga mereka, maka mereka akan merasakan keindahan Islam dengan matanya dan keistimewaan pesan Islam dengan telinganya.”

Karena, bukan mata ini yang buta, tetapi mata yang dalam hati itulah yang buta. Caranya adalah dengan membacakan ayat-ayat Allah di telinga umat Islam dan memperlihatkan kebesaran ayat-ayat Allah di matanya, berdakwahlah dengan mengajak umat ini kepada Allah tiada henti, hal-hal itulah yang akan membuka mata hati umat ini

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu, 14 Januari 2012 / 20 Safar 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Mulia Bersama Islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s