Menjamak Shalat karena Ujian


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya mahasiswa di universitas non-Muslim yang saat ini dihadapkan pada situasi sulit untuk melaksanakan shalat tepat pada waktunya. Bahkan, situasi ini mengharuskan saya menjamak shalat saat ujian, yang dimulai sebelum Zhuhur dan belum selesai ketika waktu Ashar sudah masuk. Dalam kondisi ini, bolehkah saya menjamak shalat?

Hamba Allah

Jawaban :

Berupayalah menjadi hamba yang setia kepada Allah SWT sejak usia muda dan janganlah menjadi generasi yang tergolong lemah dan hina karena menyia-nyiakan shalat sebagaimana firman-Nya, “Maka, datanglah sesudah mereka, pengganti ( yang jelek ) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” ( QS Maryam: 59 )

Rasulullah telah mencontohkan dan menentukan waktu tiap-tiap shalat yang wajib dilaksanakan umat Islam seperti yang telah ditetapkan Allah. Sebab, shalat merupakan ibadah yang sudah ditentukan waktunya. “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” ( QS al-Nisa: 103 ).

Sebagai Muslim, kita harus selalu berusaha melaksanakan shalat wajib lima waktu pada awal waktu yang telah diajarkan Rasulullah. Tapi, Islam adalah agama yang tidak menyulitkan penganutnya untuk melaksanakan ibadah yang diperintahkan Allah. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Rasulullah pernah shalat Zhuhur dan Ashar sekaligus di Madinah bukan karena takut dan bukan pula karena safar.”

Abu Zubair mengatakan, “Aku bertanya kepada Sa’id; ‘Mengapa beliau melakukan hal itu?’ Dia menjawab; ‘Aku bertanya kepada Ibnu Abbas sebagaimana kamu bertanya kepadaku,’ lalu dia menjawab; ‘Beliau ingin supaya tidak merepotkan ( memberatkan ) seorang pun dari umatnya.”’  ( HR Muslim ).

Jumhur ulama berpendapat, tidak boleh menjamak shalat kecuali karena ada halangan syar’i yang disebutkan dalam sunah Nabi  yaitu dalam perjalanan ( musafir ), sakit, takut, dan hujan karena penetapan waktu shalat itu berdasarkan dalil yang tegas dari Allah. Seperti yang diajarkan Jibril kepada Rasulullah, maka tidak boleh dilanggar kecuali dengan dalil yang khusus.

Mazhab Hambali memperluas cakupan halangan yang membolehkan menjamak shalat. Yaitu, setiap halangan atau kesibukan yang membolehkan meninggalkan shalat Jumat dan berjamaah, halangan itu juga membolehkan untuk menjamak shalat seperti rasa khawatir terhadap diri sendiri, kehormatan, harta, atau takut terhadap mata pencaharian yang dibutuhkannya jika ia tidak menjamak shalatnya.

Sedangkan, Asyhub dari mazhab Maliki, Ibnu al-Munzir dari mazhab Syafi’i, Ibnu Sirin dan Ibnu Syibrimah berpendapat, boleh menjamak shalat karena hajat atau keperluan yang mendesak asal tidak menjadikan itu sebagai kebiasaan. Pendapat mereka berdasarkan hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Abbas di atas yang mengatakan alasan Nabi menjamak shalat adalah agar tidak menyusahkan umat Islam dalam melaksanakan kewajiban beribadah kepada Allah SWT. Dan, pendapat inilah yang kuat.

Oleh karena itu, jika dalam pelaksanaan ujian itu tidak memungkinkan untuk berhenti sejenak untuk melaksanakan shalat dan tidak bisa juga diganti waktu ujiannya dengan menyesuaikan waktu shalat, hal itu dianggap sebagai kebutuhan mendesak yang bisa dijadikan halangan syar’i yang membolehkan kita untuk menjamak shalat sesuai berdasarkan hadis Nabi di atas. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 13 Januari 2012 / 19 Safar 1433 H

ΩΩΩ

Entri terkait:

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Shalat and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s