Mengolok-olok Antarpemimpin di Publik


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Budaya saling mengejek dan mengolok-olok antarpetinggi partai di media massa yang dikonsumsi publik tingkat nasional membuat saya geli. Bukankah sebagai pemimpin seharusnya mereka menjadi teladan bagi masyarakat yang mereka pimpin. Pertanyaan saya, bagaimana pandangan Islam terhadap perilaku saling mengolok-olok antarpemimpin di publik itu, Ustadz?

Wahidin – Jambi

Jawaban :

Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah bertutur yang baik atau pilih diam.”  ( HR Bukhari dan Muslim ). Sebagai pemimpin umat, Rasulullah telah menjadi teladan ideal dalam kesempurnaan akhlaknya.

Islam sebagai din yang dibawa Rasulullah sangat menekankan pentingnya akhlak pemimpin dan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat. Bahkan, dengan orang yang berbeda pendapat atau musuh sekalipun. Allah mengingatkan hal ini dalam surah al-Hujurat ayat 11.

Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah ( panggilan ) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang yang zalim. ( QS al-Hujurat [49] : 11 ).

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, Allah melarang mengolok-olok orang lain, yaitu merendahkan dan menghinakan mereka. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis Rasulullah. Beliau bersabda, “Sombong itu adalah menolak kebenaran dan menghinakan orang lain. Menghina dan merendahkan itu hukumnya haram karena boleh jadi orang yang dihina dan diolok-olok itu lebih tinggi derajatnya dan lebih dicintai Allah daripada orang yang menghina dan mengolok-olokan itu.”

Nabi bersabda, “Orang Muslim adalah orang yang tidak menyakiti saudara-saudara sesama Muslimnya, baik dengan lisan maupun tangannya. Dan, orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah.” ( HR Bukhari ).

Sangatlah naif pemimpin yang saling berolok-olok di publik dengan dalih apa pun, apalagi dengan istilah dan melekatkan gelar-gelar atau panggilan-panggilan yang merendahkan orang lain walau atas nama bercanda sekalipun. Seharusnya, para pemimpinlah yang lebih utama menyadari dan mengamalkan hadis Rasul.

Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian saling mendengki, saling memfitnah, saling membenci, dan saling memusuhi. Janganlah ada seseorang di antara kalian yang berjual beli sesuatu yang masih dalam penawaran Muslim lainnya dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Muslim yang satu dengan Muslim yang lainnya adalah bersaudara dan tidak boleh menyakiti, merendahkan, ataupun menghina. Takwa itu ada di sini (Rasulullah menunjuk dadanya), beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. Seseorang telah dianggap berbuat jahat apabila ia menghina saudaranya sesama Muslim. Muslim yang satu dengan yang lainnya haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” ( HR Muslim ). Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu, 11 Januari 2012 / 17 Safar 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s