Istigfar Pintu Gerbang Kemudahan


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Suatu hari saya tertipu dalam berdagang dengan kerugian besar oleh keluarga dekat yang saya percaya. Dalam keadaan terpuruk dan tidak berdaya, saya hanya berusaha mengevaluasi dan memperbaiki diri. Saya sudah berusaha keras, namun bukan hanya tak mampu mempertahankan usaha malah terbebani utang. Saat itulah saya bertobat dan tak hanya ingin bersandar pada ikhtiar saya semata.

Saya berpasrah diri pada Allah SWT dengan memperbanyak istigfar, sampai akhirnya Allah membukakan kemudahan demi kemudahan sehingga utang saya terlunasi dan usaha pun kembali normal. Ustadz, apa benar bahwa bertobat dan meminta ampun dengan memperbanyak istigfar itu mendatangkan kemudahan rezeki ?

Wardi M – Jakarta

Jawaban :

Masya Allah, pengalaman Anda semakin menguatkan keyakinan kita tentang kemurahan Allah Yang Maha Pengampun dan Yang Maha Pemberi Rezeki.

Allah berfirman, “Maka Aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat serta membanyakkan harta dan anak-anakmu, serta mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan ( pula di dalamnya ) untukmu sungai-sungai. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah’ ?” ( QS Nuh [71] : 10-13 ).

Dalam ayat di atas, Nabi Nuh AS mengajak umatnya untuk bertobat dan beristigfar kepada Allah, serta mengajak mereka untuk berhenti meminta pada berhala-berhala buatan tangan mereka sendiri. Juga ia mengajak mereka menjauhi budaya nenek moyangnya yang mengultuskan orang-orang saleh hingga tingkat pemujaan.

Benar beristigfar atas kesalahan dan dosa, terutama dosa ‘syirik’ akan melebarkan pintu-pintu rezeki, dalam bentuk turunnya keberkahan langit. Seperti hujan lebat penuh kualitas yang menyebabkan kelapangan memperoleh hajat hidup di bumi, seperti ditumbuhkannya pohon-pohon sumber kehidupan dan mata pencaharian.

Bukan hanya itu, bertobat atas maksiat juga akan melimpahkan harta benda dan mendatangkan keturunan-keturunan yang baik dan pembantu yang meningkatkan penghasilan. Bahkan, Allah menjanjikan yang lebih besar lagi, yaitu kebun-kebun atau lahan-lahan rezeki baru yang melimpah, dan sungai-sungai atau sumber-sumber kehidupan yang tak ada habisnya.

Percayalah, berhenti dari memberhalakan materi, uang, dan kekuasaan dengan memperbanyak istigfar serta memurnikan penghambaan hanya kepada Allah, Dialah satu-satunya Maha Pemberi rezeki dan Penopang kehidupan, maka akan membukakan mata hati untuk berikhtiar dan memutuskan pilihan yang diridai Allah. Sehingga melimpahlah rezeki dan kemudahan-kemudahan hidup. Wallahu a’lam bish shawab ■


Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 9 Januari 2012/15 Safar 1433 H

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Ibadah and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Istigfar Pintu Gerbang Kemudahan

  1. umar nasafy says:

    ustad saya slalu pgen brtaubat tp sulit banget slalu saja gagal ,mhon solusinya biar saya bisa taubat dgan sungguh2 n kasih tahu keistimewaan setelah taubat ,

  2. m.husni says:

    syukran jazila

  3. taqi says:

    q pernah ber nadzar sampai skrg se ingetq dcq lakukn.tp knp q selalu d beri cobAan br tubi2.mgkn kah ada nadzarQ y q lupakn,shg ALLAH marah.apa y hrSq lakukn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s