Meninggalkan Shalat Jumat karena Pekerjaan


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, apakah hukumnya meninggalkan shalat Jumat disebabkan pekerjaan yang tidak bisa kita tinggalkan?

Hamba Allah

Jawaban :

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. ( QS al-Jum’ah [62] : 9 ).

Ayat tersebut menjadi  dalil wajibnya shalat Jumat bagi laki-laki Muslim, berakal, sudah balig, sedang tidak dalam perjalanan ( safar ), bukan budak, tidak sedang sakit berat, atau halangan syar’i lainnya seperti banjir besar, hujan yang sangat lebat, dan tak memiliki perangkat untuk menghindarinya. Meninggalkannya dengan sengaja tanpa alasan-alasan syar’i,  hukumnya berdosa besar.

Allah murka dan akan mengunci hati mereka yang dengan sengaja meremehkan perintah-Nya melaksanakan shalat Jumat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, “Hendaklah orang-orang itu benar-benar berhenti dari meninggalkan shalat Jumat atau ( kalau tidak maka ) Allah akan mengunci hati-hati mereka kemudian mereka akan menjadi orang-orang yang lalai.” ( HR Muslim ).

Abu Ja’d al-Dhamari meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali karena meremehkannya, maka Allah akan menutup mati hatinya ( HR Abu Daud, Tirmizi, al-Nasa`i dan Ibnu Majah ). Rasul berang dan seakan hendak membakar rumah-rumah orang yang meremehkan perintah shalat Jumat.

Diriwayatkan dari  Ibnu Mas’ud bahwa Nabi bersabda kepada orang-orang yang meninggalkan shalat Jumat, “Sunguh saya bertekad untuk memerintahkan seseorang mengimami shalat bagi manusia, kemudian saya bakar rumah orang-orang yang meninggalkan ( shalat ) Jumat.” ( HR. Muslim ).

Oleh karena itu, dalam memilih pekerjaan,  umat Islam harus memilih dan mencari perkerjaan serta tempat kerja yang memungkinkannya  melaksanakan ibadah dan syiar-syiar agama Allah yang diwajibkan atasnya. Meskipun, terkadang penghasilannya lebih sedikit dibandingkan pekerjaan atau tempat kerja yang lain.

Sebab, materi yang kita dapat dengan meninggalkan kewajiban kita sebagai Muslim itu tidak ada nilainya dibandingkan  nilai  ibadah kepada Allah SWT. Dan  Allah telah menjanjikan, siapa yang bertakwa kepada-Nya maka akan memberikan solusi bagi masalah-masalahnya dan akan memberikannya rezeki dari arah yang tidak dia sangka-sangka.

Ulama menjelaskan, hal yang dapat dijadikan sebagai halangan syar’i bagi Muslim boleh meninggalkan shalat Jumat adalah setiap hal yang membahayakan jiwa, sangat menyusahkan yang tidak seperti biasanya atau kekhwatiran yang kuat akan adanya bahaya/mudharat bagi mata pencahariannya serta orang yang menjadi tanggungannya.

Ulama menyebutkan, pekerjaan dapat menjadi halangan syar’i untuk tidak melaksanakan Jumat hanya dalam dua keadaan. Pertama, pekerjaan itu harus mengandung maslahat besar yang tidak dapat dicapai kecuali dengan tetap berkerja dan meninggalkan shalat Jumat, jika ditinggalkan akan timbul bahaya besar dan tidak ada yang menggantikannya untuk melakukan perkerjaan itu.

Misalnya dokter di UGD, polisi atau satpam yang menjaga harta dan rumah masyarakat dari pencurian dan perampokan. Kedua, pekerjaan itu adalah sumber satu-satunya bagi penghasilannya dan dia tidak mempunyai materi lagi selain hasil dari pekerjaan itu untuk mencukupi kebutuhan primer diri dan keluarganya.

Dia boleh meninggalkan shalat Jumat dan tetap bekerja karena darurat sampai dia mendapatkan pekerjaan lain yang memungkinkannya melaksanakan ibadah shalat Jumat. Wallahu a’lam bish shawab ■


Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 6 Januari 2012 / 12 Safar 1433 H

 ΩΩΩ

 Entri Terkait :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Ibadah, Shalat and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Meninggalkan Shalat Jumat karena Pekerjaan

  1. hamba ALLAH says:

    Aslm….ustad bgaimana hukumnya tdk bisa ikut sholad jum’at 3 x akan tetapi tidak brturut2..mksutnya sy kan seorang karyawan sedangkn sy krjanya d rolleng / di dhif jdi minggu prtama krja siang minggu k 2 krja sore masuk jm 15.00 pulang jm 23.00 trus minggu berikutnya krja malem. Prtanyaan sy bgmana hukumnya jika sy klo pas giliran krj siang sy tdk bisa ikut sholad jum’at.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s