Al-Fatihah Sebagai Obat


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Nama lain Surah al-Fatihah di antaranya adalah arruqyah ( jampi-jampi ) dan asysyifa ( penawar / pengobat ). Pertanyaan saya, penyakit apakah yang dapat disembuhkannya dan mungkinkah penyakit fisik disembuhkan juga dengan al-Fatihah?

Ronaham S – Sumut

Jawaban :

Di dalam ash-Shahih dari hadis Abul-Mutawakkil an-Najy, dari Abu Sa’id al-Khudry, dikisahkan bahwa ada beberapa orang sahabat Nabi Muhammad SAW yang melintasi sebuah perkampungan Arab. Para penduduk kampung itu tidak mau menerima mereka sebagai tamu, apalagi menjamu. Pada saat yang sama pemimpin mereka disengat hewan berbisa.

Lalu, penduduk kampung mendatangi mereka dan bertanya, “Adakah kalian mempunyai mantera atau adakah di antara kalian yang bisa menyembuhkan dengan mantera?” Para sahabat menjawab, “Ya ada. Tapi, karena kalian tidak mau menjamu kami, maka kami tidak mau mengobati kecuali jika kalian memberikan imbalan kepada kami.”

Penduduk kampung itu sepakat  memberikan beberapa ekor kambing. Setiap di antara para sahabat itu kemudian membacakan al-Fatihah. Seketika itu pula pemimpin kampung tersebut bangkit, seakan-akan sebelumnya dia tidak pernah sakit. Kami berkata, “Janganlah kalian terburu-buru menerima imbalan ini sebelum kita menemui Nabi.”

Setelah bertemu beliau, mereka menceritakan kejadian ini. Beliau bersabda, “Apa pendapat kalian kalau memang al-Fatihah itu benar-benar merupakan ruqyah? Terimalah imbalan itu dan sisihkan bagianku.” Hadis ini menunjukkan, al-Fatihah sebagai ruqyah dapat menyembuhkan penyakit fisik, seperti akibat sengat hewan berbisa.

Namun, hal terpenting yang dapat disembuhkan oleh al-Fatihah adalah penyakit paling berbahaya pada manusia, yaitu sesat / dhalal dari kebenaran akibat rusaknya ilmu dan penyakit  ingkar pada kebenaran akibat rusaknya tujuan. Dalam al-Fatihah dijelaskan, ada tiga jalan hidup manusia, pertama adalah jalan yang lurus. Mereka adalah orang yang memahami kebenaran dan konsisten hidup di atas jalan kebenaran.

Kedua, jalan yang dimurkai Allah SWT. Mereka yang ada di jalan ini adalah orang yang mengerti kebenaran, tetapi memiliki tujuan sesat. Ketiga, jalan orang sesat, yang disusuri oleh orang yang kacau ilmunya sejak awal sehingga tidak mengetahui hakikat kebenaran. Dari ketiga jalan itu, dengan al-Fatihah, Allah akan menyembuhkan dan menyelamatkan manusia yang mengimaninya.

Sehingga, mereka mampu meniti dan konsisten di atas jalan yang lurus. Iyyaka na’bud wa iyyaka nasta’in ( hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan ) dapat menyembuhkan sesorang dari penyakit berbahaya lainnya. Penyakit riya ( pamer ) disembuhkan dengan Iyyaka na’bud  dan ujub ( bangga diri ) serta sombong disembuhkan dengan wa iyyaka nasta’in. Wallahu a’lam bish shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 3 Januari 2012 / 9 Safar 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Al-Quran, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Al-Fatihah Sebagai Obat

  1. subhanallah……
    AlQur’an adalah mukjizat nabi Muhammad….
    salam
    http://antontenera.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s