Ucapan Selamat dan Pakai Atribut Natal


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya bekerja di perusahaan yang dimiliki orang Nasrani yang menuntut saya memberikan ucapan selamat Natal, baik kepada teman sekantor maupun klien. Perusahaan membuat aturan bagi seluruh karyawan termasuk yang Muslim mengenakan atribut Natal dalam melayani pelanggan. Bagaimana saya menyikapi masalah ini ?

Hamba Allah

Jawaban :

Al-Islam sebagai agama universal memberikan tuntunan syariat, baik dalam tujuan maupun penerapannya. Termasuk dalam bermuamalah dengan non-Muslim yang tidak memerangi dan mengusir kita. Dalam menyikapi Natal, belakangan ini muncul perbedaan pendapat di kalangan ulama kontemporer.

Perbedaan itu didasari pada argumen dan cara penerapan yang ketat. Sayangnya, sebagian umat yang lemah iman dan akal memanfaatkan celah perbedaan ini untuk mengumbar kepentingan syahwatnya, bahkan menghancurkan akidah mereka. Misalnya, mengikuti idola mereka yang beragama Nasrani atau mencontoh tokoh publik yang lemah akal dari kalangan Muslim yang mereka segani.

Walaupun mereka itu jelas-jelas telah merusak akidah dan keyakinan umat Islam, Allah SWT mengingatkan kepada kita agar tidak mengikuti walau sebagian gaya hidup ahlul kitab. Rasul juga memberikan pesan lewat sabdanya,”Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, ia termasuk golongan mereka.” ( HR Abu Daud ).

Hadis di atas mengingatkan kita agar tidak menyerupai ahlul kitab dalam beragama dan gaya hidup. Secara terperinci, Ibnul Qayyim menegaskan dalam kitabnya, Ahkam ahli al-Dzimmah ( aturan memperlakukan non-Muslim yang tidak memerangi dan mengusir Muslim ) bahwa haram hukumnya mengucapkan selamat Natal termasuk menggunakan atribut Natal.

Di Indonesia, pengharaman itu ditegaskan oleh fatwa MUI pada 1981. Berdasarkan dalil-dalil tersebut, haram hukumnya mengucapkan selamat Natal dan bagi pegawai Muslim dilindungi hak beragamanya oleh undang-undang untuk menolak menggunakan atribut Natal. Adukan kepada yang berwajib jika Anda diancam oleh pihak perusahaan. Wallahu a’lam bish shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 26 Desember 2011/1 Safar 1433 H

ΩΩΩ

Entri Terkait :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aqidah, Bachtiar Nasir, Syariah and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s