Hadiah di Hari Raya Non-Muslim


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, bagaimana hukumnya bagi kita umat Islam menerima hadiah dari kerabat, teman, atau tetangga kita yang non-Muslim saat perayaan hari raya mereka?

Abdullah W, Tegal

Jawaban :

Sebagai dien ( agama ) yang universal ( syumul ) al-Islam sangat menekankan pentingnya interaksi sosial yang ramah dan santun serta hubungan baik terhadap sesama. Hubungan baik dan saling menghargai itu dapat dibina melalui saling menghadiahkan, termasuk menerima hadiah dari orang kafir.

Pada dasarnya, tidak ada halangan dan dibolehkan bagi umat Islam menerima hadiah dari orang kafir, baik dari ahli kitab mau pun umat agama lain, sebagaimana Nabi SAW menerima berbagai hadiah dari orang kafir, antara lain dari al-Muqauqis ( Cyrus ) penguasa Romawi di Mesir.

Imam Bukhari bahkan mengkhususkan satu bab dalam kitab Shahih-nya dengan nama bab qabul hadiyat al-musyrikin ( bab penerimaan hadiah dari orang musyrik ). Di antara hadisnya adalah diriwayatkan dari Anas RA bahwa seorang wanita Yahudi menghadiahkan kepada Rasulullah SAW kambing yang telah diracuni.

Diriwayatkan dari Hisyam bin ‘Urwah dari bapaknya dari ‘Aisyah, ia berkata, “Rasulullah SAW menerima hadiah dan membalasnya dengan memberikan hadiah kembali dan itu umum mencakup segala macam hadiah.”

Dengan demikian,  boleh bagi umat Islam untuk menerima hadiah dari orang kafir yang memberikan hadiah itu karena merayakan hari raya mereka, selama hadiah tersebut tidak mengandung hal-hal yang diharamkan syariat Islam, seperti daging hewan yang disembelih untuk perayaan itu karena biasanya disembelih untuk selain Allah SWT, atau karena barang yang dihadiahkan itu sendiri adalah barang haram, seperti khamar atau babi,  atau barang itu merupakan simbol dan tradisi dalam agama mereka,  dan lain-lainnya karena kita dilarang menyerupai dan meniru-niru orang kafir.  Wallahu a’lam bish-shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 22 Desember 2011/26 Muharam 1433

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Syariah and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s