Berlaku Adil dalam Poligami


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Sebagian umat Islam yang memahami surah an-Nisa ayat 129 menjelaskan, lelaki tidak akan dapat berlaku adil terhadap istri-istrinya walaupun ia sangat ingin melakukannya. Mereka menjadikannya dalil untuk melarang poligami karena hal itu dibolehkan dengan syarat adil dan Allah SWT menegaskan, kita tak dapat berlaku adil. Benarkah pemahaman seperti itu, Ustadz?

Hamba Allah

Jawaban :

Islam membolehkan seorang Muslim berpoligami dengan syarat berlaku adil terhadap istri-istrinya seperti yang dijelaskan dalam an-Nisa ayat 3. Rasa adil dalam ayat itu memiliki kaitan dalam hal menafkahi perempuan yatim yang ada dalam asuhan lelaki yang ingin menikahinya. Hal ini juga disebutkan dalam an-Nisa ayat 129.

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istrimu walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian. Oleh karena itu, janganlah kamu terlalu cenderung kepada yang kamu cintai sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri dari kecurangan, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Menurut Ibnu Abbas, Ubaydah as-Salmany, Mujahid, Alhasan Albasri, dan Adh-Dhahak bin Muzahim dalam tafsir Ibnu Katsir, sekalipun lelaki berusaha seadil mungkin dalam pembagian materi, tetap saja ada perbedaan rasa cinta dan syahwat pada masing-masing istrinya. Syekh Yusuf al-Qaradhawi memberi penjelasan ketika ditanya mengenai dijadikannya hal itu sebagai dalil untuk melarang poligami.

Ia menyatakan, pengambilan dalil seperti itu tak bisa diterima dan merupakan distorsi pemahaman atas ayat Al-Quran, serta mengandung tuduhan terselubung terhadap Nabi dan para sahabatnya, seolah-olah mereka tidak memahami Al-Quran atau mereka memahaminya, namun melanggarnya dengan sengaja.

Sebenarnya, ayat ini menegaskan keadilan mutlak dan sempurna terhadap istri-istri adalah sesuatu yang tidak mungkin dilakukan jika mempertimbangkan tabiat dasar manusia. Sebab, keadilan sempurna menuntut persamaan di antara semua istri dalam segala hal, termasuk kecenderungan dalam hati dan syahwat seksual. Itu di luar kuasa manusia.

Oleh karena itu, setelah melakukan pembagian di antara istri-istrinya dalam urusan lahiriah, seperti nafkah, pakaian, dan bermalam, Nabi berkata, “Ya Allah, inilah pembagianku dalam hal yang aku mampu. Janganlah Engkau menyiksaku atas apa yang Engkau miliki dan tidak aku miliki.” Maksudnya adalah urusan hati.

Soal hati inilah yang manusia tidak mampu berlaku adil di dalamnya dan hal itu termasuk wilayah yang dimaafkan Allah karena Dia tidak akan meminta pertanggungjawaban manusia dalam hal yang tidak bisa dilakukannya. Dan, maksud ayat itu juga adalah sebagian kecenderungan itu diampuni, yaitu kecenderungan hati. Wallahu a’lam bish shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 20 Desember 2011 / 24 Muharam 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Keluarga, Pernikahan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Berlaku Adil dalam Poligami

  1. Ali Hasan says:

    Tantangan besar pada kasus poligami itu bukan hanya terjadi waktu suami memberikan keadilan pada istri2nya, tapi waktu suami tsb telah wafat. Sering terjadi perebutan warisan yg cenderung lebih menguntungkan istri1. Sering perjadi perlakuan yg tidak adil dari istri 1 thd istri lainnya, setelah ditinggalkan suami tecinta. Bgm keturunannya (dari beberapa istri) bisa kompak? Banyak keturunannya yg saling bermusuhan sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s