Makna Pengulangan Ayat


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Dalam Al-Quran surah ar-Rahman, kita melihat ada ayat yang sangat sering kali diulang-ulang, yaitu ayat: Fa bi ayyi aalaa’i rabbikuma tukadzdziban. Apakah hikmah di balik pengulangan ayat itu, Ustadz?

Sunarto WT, Jakarta Barat

Jawaban :

Kalimat Fa bi ayyi aalaa’i rabbikuma tukadzdziban diulang sebanyak 31 kali dalam surah ar-Rahman. Arti dari ayat ini adalah: “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? “ Ungkapan ini ditujukan kepada bangsa jin dan manusia.

Dalam surah ar-Rahman, Allah menyebutkan nikmat-nikmat yang banyak sekali, yang Dia limpahkan kepada jin dan manusia agar mereka bersyukur dan tidak kufur terhadap nimat-nikmat tersebut. Banyaknya nikmat yang Allah limpahkan itu menunjukkan kekuasaan dan rahmat-Nya yang sudah sepantasnya dijadikan sebagai satu-satunya yang berhak disembah.

Adapun hikmah di balik pengulangan ayat ini, antara lain, sebagaimana yang kita ketahui bahwa Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab dan di antara gaya penyampaian ( uslub) – nya adalah pengulangan ( tikrar ) untuk menguatkan kesan dan mendalamkan pemahaman ayat.

Al-Suyuthi dalam kitabnya Al-Itqan fi Ulumil Qur`an menyebutkan bahwa hal itu untuk memantapkan pemahaman, memberikan tekanan terhadap masalah yang dijelaskan, mengingatkan kembali, serta menunjukkan betapa besar dan pentingnya masalah itu.

Hal itu sama seperti perkataan seseorang kepada orang yang selalu ditolong tapi dia mengingkarinya. “Bukankah kamu dahulu fakir kemudian saya berikan kamu harta, apakah kamu mengingkari itu? Bukankah kamu dahulu tidak punya pakaian kemudian saya beri kamu pakaian, apakah itu juga kamu ingkari?” Gaya bahasa seperti ini biasa digunakan dalam bahasa Arab.

Lalu, pengulangan ayat ini bertujuan mengingatkan hamba untuk selalu ingat dan bersyukur kepada Allah SWT tanpa harus menunggu dan menghitung nikmat-nikmat Allah yang tidak akan bisa dihitung. Wallahu a’lam bish shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin , 19 Desember 2011 / 23  Muharam 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Al-Quran, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s