Makna Thagut


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, apa arti thagut dan apakah setiap thagut itu kafir ? Apakah orang-orang saleh yang dipuja atau kuburan mereka yang dijadikan tempat meminta-minta juga termasuk thagut ?

Muhammad Fadil S –  Semarang

Jawaban :

“Allah Pelindung orang-orang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya ( iman ). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah thagut, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS al-Baqarah [2] : 257).

Dari segi bahasa, thagut berasal dari kata thugyan yang berarti melampaui batas. Terminologi thagut dalam kamus Lisan al-Arab adalah sesuatu yang disembah selain Allah SWT dan setiap pemimpin kesesatan adalah thagut. Ibnu Jarir al-Thabari menjelaskan, thagut adalah segala sesuatu yang melampaui Allah sehingga dia disembah di samping Allah.

Baik itu melalui paksaan atau karena ketaatan, makhluk yang disembah selain Allah itu bisa saja berupa manusia, setan, berhala, patung, atau  lainnya. Ibnu Taimiyyah mendefinisikan, thagut sebagai segala yang disembah selain Allah dan yang disembah itu menerimanya dan tidak menolaknya. Ibnu al-Qayyim juga menjelaskan tentang thagut dalam kitabnya, I’lamul muwaqqi’in ‘an rabbil ‘alamien.

Ia menyatakan, thagut merupakan apa saja yang diperlakukan hamba secara melampaui batas, berupa sesuatu yang disembah ( diibadahi ), diikuti, maupun ditaati.

Berdasarkan beberapa definisi tersebut, dapat dipahami bahwa setiap yang disembah atau ditaati selain Allah dan dia menerima untuk disembah dan ditaati berarti ia adalah thagut. Selain itu, thagut sudah jelas kekafirannya sebab ia menjadi saingan Allah. Padahal, inti tauhid adalah mengesakan Allah dalam penyembahan.

“Tidak ada paksaan untuk ( memasuki ) agama ( Islam ). Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu, barang siapa yang  ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, sesungguhnya ia telah berpegang pada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS al-Baqarah [2]: 256).

Jika ada nabi dan wali Allah serta orang saleh disembah, tidak dapat dikategorikan thagut karena mereka  tidak meminta dirinya disembah atau menjadi sekutu Allah. Sebaliknya, mereka mengajak dan berdakwah kepada manusia agar hanya menyembah dan beribadah kepada Allah serta memberi peringatan agar menjauhi segala sesembahan selain Allah. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin , 12 Desember 2011/16 Muharam 1433

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aqidah, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Makna Thagut

  1. Andi Aryatno says:

    Follow blog’ku ya, ntar pasti aku follback http://andiweb3.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s