Status Penghina Sahabat Nabi


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Jika begitu mulianya kedudukan para sahabat Nabi Muhammad SAW, lalu bagaimanakah status hukum orang-orang yang tega menghinakan keagamaan para sahabat beliau. Adakah keterangan para ulama mengenai hal ini?

Nursalimah – Sumatra Barat

Jawaban :

Para sahabat Nabi adalah generasi Rabbani sejati, kita tidak mungkin bisa mencontoh Rasulullah sepenuhnya karena beliau maksum dan memiliki keistimewaan mendapatkan wahyu dari Allah SWT. Kepada para sahabat binaan beliaulah kita dapat bercermin, sebagai sesama manusia biasa. Namun, dunia ini tak pernah sepi dari kekufuran dan kemunafikan musuh-musuh agama Allah.

Berikut ini ijma dan pendapat para ulama dalam masalah ini, pertama, ulama sepakat, barang siapa menghina sahabat dalam hal yang tidak mengandung celaan dari sisi keimanan dan keadilan ( al’adl ) sahabat maka ia tidak dihukumi kafir. Seperti orang yang mengatakan bahwa di antara sahabat ada yang berilmu sedikit, penakut, dan bakhil.

Kedua, ulama bersepakat, barang siapa menghina sahabat Nabi yang mengandung celaan dari sisi keadilan dan agama mereka, maka dihukumi sebagai kafir. Contohnya, orang yang menuduh mereka kafir dan munafik.

Ketiga, ulama juga bersepakat, barang siapa yang menghalalkan penghinaan terhadap para sahabat Nabi maka ia telah kafir. Keempat, para ulama berbeda pendapat ketika seseorang menghina sahabat Nabi dengan melaknat atau menjelekkan mereka secara umum, namun tidak jelas apakah hinaan itu karena kekesalan atau karena keyakinannya.

Sebagian ulama mengatakan, ia telah kafir, sedangkan mayoritas ulama mengatakan tidak kafir. Meskipun dikatakan tidak kafir, para ulama yang berpendapat demikian tetap mewajibkan untuk menghukumnya. Wallahu a’lam bish shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu , 10 Desember 2011/14 Muharam 1433

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir, Fiqih, Sejarah and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s