Menghina Sahabat Nabi


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, apakah hukumnya menghina sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW? Di Indonesia, saya mulai mendengar ada yang melakukan itu.

Rifa’ah W , Bekasi

Jawaban :

Para sahabat Nabi adalah orang yang hidup bersama dan berinteraksi serta beriman kepada beliau sampai akhir hayatnya. Mereka merupakan manusia-manusia pilihan Allah SWT guna membawa amanat syariat-Nya kepada seluruh umat manusia setelah wafatnya Nabi, mengajarkan Al-Quran kepada generasi mereka, serta pendamping setia Nabi dalam perjuangan beliau menegakkan agama Allah.

Allah memuji dan memuliakan mereka. “Orang terdahulu lagi yang pertama-tama ( masuk Islam ) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida pada mereka dan mereka pun rida pada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan besar.” ( QS at-Taubah [9] : 100 ).

Para sahabat adalah orang-orang yang digambarkan Allah dalam Taurat dan Injil. Orang yang kufur kepada Allah tidak akan menyukai mereka.

Allah berfirman, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia keras terhadap orang-orang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas tersebut menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. Tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir ( dengan kekuatan orang-orang Mukmin ). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” ( QS al-Fath [48] : 29 ).

Rasulullah melarang umatnya menghina para sahabatnya. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa Rasul bersabda, “Janganlah kalian mencaci para sahabatku! Demi yang jiwaku di tangan-Nya, seandainya seorang dari kalian berinfak dengan emas sebesar Gunung Uhud, tidak akan menyamai satu mud  ( raupan tangan ) salah satu dari mereka, bahkan tidak setengahnya. ( HR Muslim ).

Berdasarkan Al-Quran dan hadis di atas, para ulama bersepakat haram hukumnya menghina para sahabat Nabi. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat , 9 Desember 2011 /13 Muharam 1433

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir, Hadis, Sejarah and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s