Kisah Bayi Masyithah


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya sering mendengar kisah Masyithah, yaitu perempuan tukang sisir anak Firaun yang beriman kepada Nabi Musa secara sembunyi-sembunyi. Lalu ketahuan dan Firaun merebusnya.

Bayinya berbicara kepadanya ketika dia ragu masuk dalam periuk berisi air mendidih. Apakah kisah ini benar?

Fatma, Jakarta Utara

Jawaban :

Kisah perempuan yang teguh bersama kebenaran itu dikisahkan dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah bersabda, “Pada malam di mana aku diisrakan, aku mencium wewangian, aku pun bertanya, ‘Wahai Jibril, wewangian apa ini?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah Masyithah ( tukang sisir ) anak perempuan Firaun.”

Aku bertanya, “Apa yang terjadi dengannya?”  Jibril menjawab, “Tatkala ia menyisirkan rambut anak perempuan Firaun, sisir terjatuh dari tangannya, ia tersentak mengatakan bismillah dan mengambil sisir. Anak perempuan Firaun bertanya, ‘Apakah yang kamu maksud adalah bapakku?’ Ia menjawab, ‘Bukan, tapi Ia adalah Rabb-ku dan Rabb bapakmu, yaitu Allah.’”

Anak perempuan itu berkata, “Akan aku laporkan hal itu kepada bapakku”. Ia menjawab, “Ya.” Anak perempuan Firaun itu pun memberitahukan hal itu.

Marahlah Firaun, lalu memerintahkan untuk memanaskan sebuah periuk besar dari tembaga, kemudian ia memerintahkan untuk melemparkan tukang sisir tersebut beserta anak-anaknya ke dalam periuk. Jibril mengatakan, “Lalu, Firaun memerintahkan untuk melemparkan anak Masyithah satu per satu di hadapan ibunya hingga yang terakhir bayi yang sedang ia susui.”

Tampak keraguan pada Masyithah saat menatap bayinya. Anak itu mengatakan, “Wahai ibu, ceburkanlah karena sesungguhnya siksa dunia itu lebih ringan daripada siksa akhirat.” Maka, ia pun menceburkan diri bersama bayinya itu. ( HR Ahmad, al-Thabrani, Ibnu Hibban, dan al-Hakim ).

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa sanad hadis ini tidak ada masalah. Al-Zahabi juga mengatakan, sanadnya hasan. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis , 8 Desember 2011 /12  Muharam 1433

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Hadis, Sejarah and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s