Cara Puasa Asyura


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Terkait dengan puasa Asyura, ada yang berpendapat dapat dilaksanakan dengan bebarapa cara, di antaranya ada yang menyebut berpuasa selama tiga hari, yaitu pada 9, 10, dan 11 Muharam. Ada juga yang berpendapat berpuasa pada 9 dan 10 Muharam saja. Apa yang melandasi pendapat tersebut dan sebaiknya dilakukan pada tanggal berapa?

Hamba Allah

Jawaban :

Berkaitan dengan puasa Asyura yang jatuh pada 10 Muharam, memang ada beberapa cara dalam pelaksanaannya. Pertama, berpuasa selama tiga hari pada 9, 10, dan 11 Muharam. Hal ini berdasarkan hadis Ibnu Abbas, “Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan sehari setelahnya.”

Ibnu Hajar di dalam Fath al-Baari juga mengisyaratkan keutamaan cara ini, dan termasuk yang memilih pendapat puasa tiga hari itu adalah Imam asy-Syaukani ( Nail al-Authar ). Mayoritas ulama yang memilih cara seperti ini bertujuan untuk lebih hati-hati. Seperti dinukil Ibnu  Qudamah dalam Al-Mughni dari pendapat Imam Ahmad, yang memilih cara sama saat ada kerancuan dalam menentukan awal bulan.

Kedua, berpuasa pada 9 dan 10 Muharam. Kebanyakan hadis menunjukkan cara ini. Dalam riwayat lain disebutkan, dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Ketika Rasulullah berpuasa dan menyuruh umat Islam berpuasa pada hari Asyura, para sahabat berkata: ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya hari Asyura itu adalah hari yang diagungkan kaum Yahudi dan Nasrani’.” Rasulullah kemudian bersabda, “Insya Allah, untuk tahun depan kita juga berpuasa pada hari ke sembilan.” Belum datang tahun depan, Rasulullah sudah wafat. ( HR Muslim ).

Ketiga, berpuasa dua hari, yaitu 9 dan 10 atau 10 dan 11 Muharam. Dasarnya, hadis Ibnu Abbas, “Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum atau sehari setelahnya.” (Hadits shahih secara mauquf sebagaimana dalam As-Sunan al-Ma’tsurah, asy-Syafi’i, No 338 dan Ibnu Jarir ath-Thabari dalam Tahdzibul Atsar, 1/218). Wallahu a’lam bish shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 2 Desember 2011/6 Muharam 1433

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Puasa and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s