Tobat Nasuha


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, bagaimana adab atau cara jika kita hendak bertobat nasuha? Selain itu, adakah doa khusus atau shalat taubatan nasuha dan bagaimana kita menghindari perbuatan dosa serupa agar tobat kita tidak sia-sia?

Hamba Allah

Jawaban :

“Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha ( tobat yang semurni-murninya ). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang Mukmin yang bersama dia.” ( QS al-Tahrim [66] : 8 ).

Ulama menjelaskan, tobat nasuha adalah tobat yang sebenar-benarnya, yaitu tobat yang didasari pada keinginan kuat dalam hati untuk tidak kembali melakukan dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar tobat kita dapat disebut sebagai tobat nasuha yang diterima Allah SWT.

Syarat tersebut adalah ikhlas bertobat hanya karena Allah, mengakui perbuatan dosa yang telah dilakukan di hadapan Allah, menyesali  dosa yang telah dilakukan, mempunyai tekad kuat dalam hati untuk tidak lagi mengulangi dosa yang telah dilakukan, dan kalau perbuatan dosa itu berkaitan dengan hak orang lain maka harus mengembalikan hak itu kepada yang berhak.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Barang siapa melakukan kezaliman kepada saudaranya, hendaklah meminta dihalalkan (dimaafkan ) darinya; karena di sana (akhirat) tidak ada lagi perhitungan dinar dan dirham, sebelum kebaikannya diberikan kepada saudaranya, dan jika ia tidak punya kebaikan lagi, keburukan saudaranya itu akan diambil dan diberikan kepadanya.” ( HR Bukhari ).

Guna menghindarkan diri agar tidak lagi jatuh pada perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat setelah bertobat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu senantiasa berzikir dan berdoa kepada Allah, menjauhi teman atau lingkungan buruk yang dapat memengaruhi kemaksiatan diri, dan menggantinya dengan teman-teman serta lingkungan saleh.

Selain berusaha sepenuh hati memperbanyak ibadah dan amal kebaikan yang akan selalu menjaga diri agar tidak jatuh kepada maksiat, banyak menghadiri majelis ilmu agar selalu mendapatkan peringatan-peringatan, dan banyak bertemu serta menjumpai orang saleh dan ulama yang mengamalkan ilmunya. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 1 Desember 2011 /5 Muharam 1432

ΩΩΩ

Entri Terkait :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Tobat Nasuha

  1. manusia berlumur dosa.. says:

    masihkah ada kesempatan untuku pembunuh.pejudi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s