Konsekuensi Menjadi Keluarga Pejabat


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Menurut saya, salah satu faktor penting penyebab korupsi di Indonesia adalah gaya hidup hedonis keluarga pejabat yang dibentuk oleh si pejabat itu sendiri. Pertanyaan saya, bagaimana seharusnya pendidikan yang diberikan kepada anggota keluarga oleh para pejabat menurut Islam?

Ahmad Aman – Bogor

Jawaban :

Gaya hidup memang menjadi faktor terpenting maraknya kasus-kasus korupsi di kalangan pejabat, berikut ini teladan dari Rasulullah SAW yang patut kita contoh:

Suatu hari sahabat Nabi SAW yang bernama Tsauban RA berkata, “Suatu ketika, Rasulullah masuk ke tempat Fatimah bersamaku, saat itu Fatimah mengambil dari lehernya seuntai rantai dari emas dan berkata, “( Kalung ) saya ini hadiah dari Abu Hasan (panggilan suaminya).”

Lalu Rasulullah berkata, “Hai Fatimah apakah engkau gembira, apabila orang-orang berkata: Ini Fatimah binti Muhammad dan di lehernya ada rantai dari api. Setelah itu keluarlah Rasulullah SAW. Oleh Fatimah hasil penjualan kalung rantai emas itu digunakan untuk membeli seorang budak, lalu dimerdekakannya.”

Setelah Rasulullah mengetahui apa yang diperbuat oleh Fatimah, Rasulullah bersabda: “Alhamdulillah ( syukur kepada Allah ), yang telah menyelamatkan Fatimah dari api neraka.”     ( HR an-Nasa’i, Ahmad, Abu Dawud, dan al-Hakim ).

Sungguh teladan indah yang dicontohkan keluarga Rasulullah SAW. Walaupun kalung emas itu hadiah halal dari suaminya, namun Fatimah melepaskan dan menjualnya demi membebaskan seorang budak. Kasus di atas memiliki kaitan yang sangat erat antara pembebasan budak dan terbebas dari siksa api neraka.

Para pejabatlah yang paling bertanggung jawab dan menjadi teladan dalam membebaskan rakyatnya dari belenggu kemiskinan dengan harta pribadinya yang halal dan cara itu pula yang dapat membebaskan mereka dan keluarganya dari siksa api neraka. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 22 November 2011/26 Dzulhijjah 1432

ΩΩΩ

Entri Terkait :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir, Keluarga, Pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s