Mengapa Membantu Palestina?


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, ada teman saya yang bertanya, mengapa kita mesti membantu perjuangan rakyat Palestina untuk merebut kemerdekaannya dari bangsa Israel? Padahal, mereka jauh dari kita dan bangsa kita sendiri mempunyai banyak masalah. Celakanya, negara Arab dan Timur Tengah masih kurang serius membantu tetangga mereka, Palestina.

Hamba Allah

Jawaban :

Dengan alasan kemanusiaan, seorang remaja asal Amerika Rachel Corrie merelakan tubuhnya dilindas buldoser Israel demi mempertahankan sebuah rumah seorang warga Palestina. Dan, karena rasa kemanusiaan itu jugalah yang membuat relawan-relawan dari seluruh dunia tanpa pandang ras, suku bangsa, dan agama berada di kapal Mavi Marmara menuju Gaza.

Dari sudut kebangasaan, Indonesia berutang budi kepada Palestina. Seorang tokoh Palestina,  Syekh Amin al-Husaini, di tempat pengasingannya segera setelah proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 menyerukan negara-negara Arab dan pemimpin-pemimpinnya untuk mendukung kemerdekaan tersebut.

Masjid Al Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam, sebelum akhirnya Allah memerintahkan Muslim menghadap Ka’bah.  Hal ini diterangkan dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari Al Barra bin Azib, berbunyi, “Kami shalat bersama Rasulullah menghadap Baitul Maqdis 16 bulan atau 17 bulan, kemudian kami dipalingkan menghadap Ka’bah.”

Masjid Al Aqsa juga adalah satu dari tiga masjid yang dimuliakan Rasulullah. Umat Islam tidak disunahkan melakukan perjalanan ibadah kecuali ke ketiga masjid ini, seperti dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Abu Hurairah, “Tidaklah ditekankan untuk berziarah, kecuali untuk mengunjungi tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjid Rasulullah, dan Masjidil Aqsha.”

Al Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di muka bumi, dijelaskan dalam hadis Bukhari dari Abu Dzar, “Aku bertanya kepada Rasulullah, masjid apakah yang pertama dibangun di muka bumi ini?” Beliau menjawab, “Al-Masjidil Haram.” Aku tanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Al-Masjidil Aqsha.” Aku bertanya lagi, “Berapa lama selang waktu antara keduanya?” Beliau menjawab, “Empat puluh tahun. Kemudian, di mana saja kamu berada dan waktu shalat sudah datang, maka shalatlah karena di dalamnya ada keutamaan.”

Selain itu, Al Aqsha ialah masjid pertama dilaksanakannya shalat fardhu setelah Rasul menerima perintah shalat lima waktu langsung dari Allah. Al Quds merupakan tanah kelahiran nabi dan rasul, dan di tanah suci itu pulalah mereka dikuburkan. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber :Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 18 November 2011/22 Dzulhijjah 1432

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Dunia Islam and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s