Kriteria Sukses Berkurban


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, kalau saya tidak salah bahwa capaian atau output dan ciri orang sukses dalam ibadah kurban, yang dijelaskan dalam surah al-Hajj ayat 34, adalah agar kita menjadi orang yang mukhbitin. Pertanyaan saya, apa makna mukhbitin dan bagaimana caranya agar kita bisa mencapainya? Terima kasih, Ustadz.

Firmansyah L – Bogor

Jawaban :

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd.
Kata manskan, yang merupakan bentuk tunggal dari makna jamak manasik dalam surah al-Hajj ayat 34, menurut para ulama adalah ibadah kurban. Pada ujung ayat tersebut dijelaskan tentang kegembiraan bagi orang yang mukhbitin. Ibnu Qayyim dalam menjelaskan tentang tingkatan-tingkatan iyyaka na’bud menjadikan maqam ikhbat sebagai salah satu persinggahan atau tahapan yang penting.

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan ( kurban ) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Maka, Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, berserah dirilah kamu kepada-Nya dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang mukhbitin  / tunduk patuh ( kepada Allah ).” ( QS al-Hajj [22] : 34 ).

Tafsir kata mukhbitin, sebagaimana diterangkan dalam LisanulArab, menurut Mujahid, adalah orang yang merasa tenang bersama Allah ( ithmaanna ilaihi ) . Sementara menurut Alfarra’, adalah orang yang khusyuk dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. Dalam riwayat lain, ujar Mujahid, adalah  almutawadhiun  atau orang yang tunduk dan merendah di hadapan Allah.

Jadi, tafsir kata mukhbitin adalah orang-orang yang merasa tenang dan khusyuk serta merendah dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah. Seperti disebutkan pula dalam doa mukhbitin dalam riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah. Ada empat kriteria jika seseorang ingin menjadi mukhbitin, yaitu bergetar kalbunya jika disebutkan lafal atau asma Allah.

Menegakkan shalat secara sungguh-sungguh, bersabar menghadapi berbagai ujian, serta menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai gaya hidup. Sebagaimana ditegaskan dalam ayat ini: “( Yaitu ) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, sabar terhadap apa yang menimpa mereka, mendirikan shalat, dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka.” ( QS al-Hajj [22] : 35 ).

Namun, tidak mudah menjadi orang yang mukhbitin sesuai empat kriteria itu tanpa ilmu dari Al-Quran dan Sunah yang memadai, keimanan yang kuat, dan disertai amal saleh yang konsisten. Hal ini berdasarkan dua ayat berikut: “Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini Al-Quran itulah yang hak dari Tuhanmu, lalu mereka beriman dan  fatukhbita ( tunduk hati mereka ) kepadanya. Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus. ( QS al-Hajj [22] : 54 ). Serta, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan wa akhbatu ( merendahkan diri ) kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya. ( QS Huud [11] : 23 ). Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 8 November  2011 / 12 Dzulhijjah 1432

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Kurban and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s