Kriteria Hewan Kurban


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, apakah kriteria hewan yang baik untuk dijadikan sebagai kurban dan hewan yang dalam kondisi bagaimana tak boleh dijadikan sebagai kurban?

Hamba Allah

Jawaban :

Dalam menerapkan syariat ibadah kurban, Rasulullah SAW telah memberikan teladan kepada kita untuk memberikan yang terbaik dari hewan yang ingin kita kurbankan sebagai ibadah dan dalam rangka mendekatkan diri  kepada Allah SWT. Mengenai kriteria hewan yang disyaratkan untuk ibadah kurban, para ulama menyebutkan beberapa syarat.

Syarat tersebut adalah hewan yang akan dikurbankan harus milik orang yang mau berkurban dan tidak terkait dengan hak orang lain. Hewan kurban berupa binatang ternak, yaitu unta, sapi / lembu, dan kambing, baik domba maupun kambing biasa seperti dijelaskan dalam Surah al-Hajj ayat 34. Di samping itu, hewan itu telah mencapai usia yang boleh dikurbankan.

Minimal berusia satu tahun untuk kambing dan domba, dua tahun untuk sapi, dan minimal usia lima tahun pada unta. Tapi kalau tidak mampu, boleh jaza’ah dari jenis domba, yaitu yang berusia enam bulan sesuai hadis. Dari Jabir bahwa Rasulullah bersabda, “Jangan menyembelih kecuali hewan yang musinnah. Bila engkau sulit mendapatkannya, sembelihlah jaza’ah dari jenis domba.” (HR Muslim).

Syarat lain dari hewan kurban, bebas dari aib dan cacat yang mencegah keabsahan berkurban dengannya. Dari al-Barra bin Azib, Rasulullah bersabda, “Empat macam hewan yang tidak boleh dijadikan kurban, yaitu hewan buta sebelah yang tampak jelas butanya, hewan sakit yang tampak jelas sakitnya, hewan pincang yang tampak jelas pincangnya, dan hewan yang sangat kurus sehingga tidak mempunyai sumsum tulang ( HR Tirmizi, Abu Daud, al-Nasa`i, Ibnu Majah, dan Ahmad ).

Merujuk pada hadis di atas, aib yang menyebabkan hewan tidak boleh dijadikan kurban adalah buta sebelah yang tampak, sakit yang jelas, pincang yang jelas, dan sangat kurus sehingga tidak bersumsum tulang. Hal yang serupa atau lebih dimasukkan ke dalam aib sehingga tak sah berkurban dengan hewan semacam itu. Misalnya buta kedua matanya dan kakinya putus atau lumpuh. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu, 2 November 2011 /6 Dzulhijjah 1432

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Kurban and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s