Tahalul yang Terbaik


Oleh : Ustadz Bobby Herwibowo

Ustadz, salah satu ibadah dalam berhaji adalah memotong rambut ( tahalul ). Bagaimanakah sebaiknya, gundul atau potong pendek saja?

Indra Irawan, Depok

Jawaban :

Salah satu wajib haji yang harus dilakukan oleh seorang jamaah haji adalah bertahalul. Tahalul yang berarti penghalalan adalah sebuah proses akhir setelah seseorang berihram (mengharamkan hal keduniawian), lalu menjalankan ritual umrah maupun haji. Begitu semua rukun dan wajib telah diselesaikan, proses akhir dari umrah maupun haji disebut dengan tahalul ( penghalalan kembali ).

Tahalul ini memiliki bentuk-bentuk yang beragam, seperti jumrah aqabah, menyembelih hewan, tawaf ifadah di samping mencukur rambut ( halq / taqshir ) sebagai bentuk tahalul yang paling masyhur. Tahalul dengan mencukur rambut itu pun masih terbagi dua: halq (mencukur gundul) dan taqshir ( memangkas). Dan, kedua jenis tahalul mencukur rambut ini diperkenankan.

Saat haji wada seusai melontar jumrah aqabah pada 10 Dzulhijjah, Rasulullah SAW memanggil tukang cukur dan memintanya untuk mencukur gundul (halq) rambut beliau. Para sahabat pun mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah SAW dengan mencukur gundul kepala mereka, namun ada beberapa sahabat juga yang hanya memangkas ( taqshir ) rambutnya.

Ibnu Umar RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW usai tahalul dengan bercukur berdoa, “Ya Allah, rahmati orang yang mencukur gundul kepalanya…!” Beliau SAW mengulanginya hingga tiga kali. Lalu, ada seorang sahabat yang bertanya, “Bagaimana dengan orang yang hanya memangkas rambutnya saja?” Maka Rasulullah SAW berdoa, “Ya, Allah juga ( rahmati ) orang yang memangkas rambutnya.” ( Muttafaq alaihi ).

Dari keterangan di atas, yang lebih utama dilakukan oleh seorang jamaah haji maupun umrah saat mereka bertahalul adalah memangkas seluruh rambut atau menggundulnya. Sebab, mereka yang mencukur gundul rambut akan mendapat tiga kali doa Rasulullah SAW dibandingkan mereka yang hanya memangkasnya. Namun, ketentuan ini hanya berlaku bagi jamaah haji dan umrah pria, bukan wanita. Bagi wanita hanya diperkenankan mencukur rambut seukuran buku jari.

Bagaimana bila seseorang melakukan haji tamattu di mana umrah dilakukan sebelum haji. Apakah saat ia bertahalul dari umrahnya harus dicukur gundul juga? Pada kondisi ini, bila waktu haji berdekatan dengan masa umrah, dipersilakan bertahalul dengan taqshir ( cukur pendek ). Namun, bila masa keduanya berjauhan sehingga rambut bisa tumbuh kembali dengan cukup, ia diperbolehkan halq saat bertahalul umrah.

Sebab, tahalul dengan mencukur ini adalah wajib adanya maka bagi orang yang berihram bila meninggalkan tahalul akan dikenakan fidyah / dam seekor kambing. Wallahu A’lam ■

Sumber : Jurnal Haji 1432 H,  Republika, Sabtu, 22 Oktober 2011/24 Dzulqaidah 1432

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bobby Herwibowo, Haji and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s