Shalat Lima Waktu Selama di Mina


Oleh : Ustadz Bobby Herwibowo

Ustadz, saya mendengar bahwa selama berada di Mina shalat lima waktu dikerjakan secara qashar ( ringkas ), misalnya yang empat rakaat jadi dua. Apakah semuanya dilaksanakan seperti shalat safar atau dengan jamak ( taqdim atau ta’khir ). Mohon penjelasannya?

Teguh Aryanto, Bangil

Jawaban :

Saat jamaah haji berada selama beberapa hari di Mina pada hari Idul Adha dan hari-hari Tasyriq ( 10-13 Dzulhijjah ) banyak aktivitas ibadah yang mereka lakukan di sana. Di antaranya adalah mabit ( bermalam ), melontar jumrah, shalat lima waktu, dan ibadah-ibadah sunah lainnya yang berbagai macam rupa.

Ada tuntunan Rasulullah SAW dalam menjalani hari-hari di Mina yang sudah banyak luput dari perhatian manusia. Salah satunya adalah pelaksanaan shalat lima waktu yang sedikit berbeda dengan pelaksanaan yang biasa dilakukan. Ketika berada di Mina, semua shalat yang empat rakaat di-qashar menjadi dua rakaat. Shalat-shalat yang di-qashar itu adalah Zhuhur, Ashar, dan Isya. Sehingga pada hari-hari Mina ada empat shalat yang dilakukan dua rakaat. Shalat yang satunya lagi tentulah Shubuh, sedangkan Maghrib tetap dilakukan tiga rakaat.

Kesemua shalat ini dilakukan pada waktunya masing-masing tanpa jamak. Maka itu, semua shalat yang bilangan rakaatnya empat di-qashar menjadi dua rakaat, namun tidak di-jamak. Hal ini adalah kebalikan dari shalat saat di Arafah ketika shalat Zhuhur dan Ashar di-jamak, namun tidak di-qashar.

Di-qashar-nya shalat yang empat rakaat ini, sebagaimana disampaikan dari para sahabat yang menyaksikan secara langsung sunah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dari Abdullah bin Umar RA yang berkata bahwa Rasulullah SAW melakukan shalat di Mina dua rakaat. Hal ini juga dilakukan oleh Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan radhiyallahu anhum. ( HR Bukhari 1572 ).

Dari Haritsah bin Wahab Al Khuza’i RA yang berkata, “Kami shalat bersama Rasulullah SAW dan belum pernah kami shalat dengan jamaah sebanyak itu. Kami shalat bersama Nabi SAW di Mina dua rakaat.” ( HR Bukhari 1573 ).

Dari Abdurrahman bin Yazid dari Abdullah RA yang berkata, “Aku shalat ( di Mina ) bersama Nabi SAW dua rakaat. Aku pun shalat bersama Abu Bakar RA juga dua rakaat. Bersama Umar RA, aku pun melakukannya dua rakaat. Namun, rupanya kalian berada di persimpangan jalan (  ada yang melakukan dua rakaat, ada yang empat rakaat ). Aku beruntung pernah mengikuti dari mereka empat shalat yang dilakukan dengan dua rakaat.” ( HR Bukhari 1574 ).

Itulah tiga hadis yang menceritakan kepada kita bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat yang utama meng-qashar shalat yang empat menjadi dua rakaat selama berada di Mina. Namun, kini tidak sedikit didapati banyak umat yang melaksanakan shalat lima waktu di Mina tanpa mengikuti sunah ini. Entah karena alasan ketidaktahuan atau malah karena mereka enggan untuk bertanya dan belajar. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal yang kita kerjakan. Amien. Wallahu a’lam

Sumber : Jurnal Haji 1432 H,  Republika, Ahad, 23 Oktober 2011/ 25 Dzulqaidah 1432

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bobby Herwibowo, Haji and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s