Menyembelih Hadyu Sebelum Idul Adha


Oleh : Ustadz Bobby Herwibowo

Ustadz, apakah hukumnya menyembelih hewan sebelum pelaksanaan Idul Adha ?

Munawarah, Solo

Jawaban :

Bagi setiap jamaah yang menjalankan haji dengan cara tamattu ( mengerjakan umrah sebelum haji ) atau qiran ( haji dilaksanakan bersamaan dengan umrah ), kedua kelompok ini diwajibkan untuk membawa hewan sembelihan yang disebut dengan hadyu. Hadyu ini adalah hewan sembelihan yang diwajibkan bagi jamaah haji yang melakukan tamattu dan qiran. Hadyu itu mereka bawa dan sembelih pada hari Idul Adha, saat mereka berada di Mina usai melakukan jumrah aqabah dan tahalul.

Ketentuan ini sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT:
“Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji) , (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna.” (QS 2: 196).

Pada ayat di atas juga disebutkan alternatif pilihan yang bisa diambil oleh jamaah haji yang melakukan haji qiran dan tamattu. Di samping menyembelih hadyu, mereka dapat berpuasa 10 hari, di mana tiga hari dilakukan saat berhaji dan tujuh harinya saat mereka kembali ke Tanah Air.

Syarat hewan yang hendak dijadikan hadyu adalah sama dengan syarat hewan kurban yang biasa disembelih pada saat Idul Adha, yakni harus sehat mata dan telinganya, tidak ada cacat, kakinya tidak pincang, giginya sudah kupak, dan persyaratan sejenis pada hewan kurban.

Waktu menyembelih hewan hadyu itu, menurut riwayat yang masyhur dari Rasulullah SAW, adalah pada hari Idul Adha, 10 Dzulhijah, setelah Beliau SAW melontar jumrah aqabah dan tahalul di Mina.

Lantas bagaimana hukumnya bila hadyu disembelih sebelum hari Idul Adha? Tidak ada riwayat yang menyatakan bahwa ada salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang berhaji dan menyembelih hadyu-nya sebelum 10 Dzulhijah. Padahal, Rasulullah SAW bersama seluruh sahabatnya yang datang dari Madinah tiba di kota suci Makkah pada 4 Dzulhijah. Keberadaan mereka selama beberapa hari di Kota Makkah sebelum haji mengisyaratkan bahwa mereka melakukan haji tamattu. Namun, tidak satu pun di antara mereka yang menyembelih hadyu sebelum Idul Adha.

Bila penyembelihan diperkenankan sebelum Idul Adha, pastilah ada seseorang di antara mereka yang menyembelihnya. Sebab, banyak orang yang butuh makan daging saat itu.

Karenanya, amat dianjurkan bagi jamaah haji untuk menyembelih hadyu pada hari Idul Adha atau pada hari-hari tasyriq ( 11-13 Dzulhijah ). Adapun penyembelihan hadyu sebelum hari Id bagai melaksanakan shalat wajib sebelum masuk waktunya. Atau seperti berpuasa wajib sebelum tiba Ramadhan. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa pelaksanaan perintah sebelum tiba saatnya akan tertolak. Wallahu a’lam.■

Sumber : Jurnal Haji 1432 H,  Republika, Selasa, 18 Oktober  2011/20 Dzulqaidah 1432

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bobby Herwibowo, Haji and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s