Memperbanyak Zikrullah


Oleh : Ustadz Bobby Herwibowo

Ustadz, saat beribadah haji, kira-kira doa apa yang sebaiknya dibaca? Terima kasih.

Hasbullah, Kebumen

Jawaban :

Ada satu hal yang diperintahkan berulang-ulang kepada jamaah haji untuk dilakukan saat mereka akan, ketika melaksanakan, dan sesudah berhaji. Perintah itu adalah zikrullah, memperbanyak mengingat Allah ( QS al-Baqarah [2] : 198 – 200 ). Zikrullah tersebut adalah inti dari seluruh ibadah yang kita persembahkan kepada Allah SWT. Inilah ibadah yang tiada bisa terhenti dan tak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Kapan pun dan di mana pun tak ada halangan bagi seorang hamba untuk memperbanyak zikrullah.

Mari kita merenung bagaimana ibadah haji menciptakan pribadi seorang hamba yang gemar zikrullah. Dalam kondisi sesak, penuh, dan terimpit dalam ritual ibadah tawaf, misalnya, bagaimana setiap orang begitu bergairah melakukan zikrullah. Setiap putaran tawaf, ia isi dengan memperbanyak zikir kepada Allah SWT. Bahkan, saat hendak melintas Hajar Aswad di mana kepadatan manusia sedemikian sesaknya, ia masih mampu menyempatkan mengangkat tangan sambil melakukan zikir seraya berkata, “Bismillahi Allahu Akbar!” Belum lagi dalam sai, melontar jumrah, beriktikaf di Raudhah, dan banyak lagi. Saat berhaji, mereka semua dilatih untuk terus berzikir kepada Allah SWT dalam kondisi-kondisi ekstrem. Hal ini dimaksudkan agar selepas haji nanti, mereka akan menjadi pribadi yang gemar melakukan zikrullah.

Zikrullah adalah sebuah ibadah di mana seorang hamba akan senantiasa merasa berdekatan kepada Allah SWT. Mengingat Allah SWT akan membuat hamba mengingat-Nya. “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat ( pula ) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari ( nikmat ) -Ku.” ( QS [2] : 152 ).

Inilah pesan baginda Nabi SAW kepada seorang sahabatnya yang meminta nasihat. “Hendaknya lisanmu senantiasa basah dengan zikrullah.” ( Shahih Ibnu Hibban ).

Maka, menjadi sebuah kebiasaan baru hendaknya bagi setiap jamaah haji untuk senantiasa gemar zikrullah. Memperbanyak mengingat Allah SWT Yang Mahakuasa, baik dalam kondisi berdiri, duduk, maupun saat berbaring.

‘Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, ( yaitu ) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi ( seraya berkata ) : “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”  ( QS Ali Imran [3] : 190-191 ).

Lidahnya tak berat untuk mengucap kalimat-kalimat thayibah. Hatinya senantiasa terpaut kepada Allah dan anggota tubuhnya selalu ringan melakukan amal-amal saleh. Begitulah hendaknya seorang jamaah haji banyak mengingat Tuhannya.

Zikrullah bisa dilakukan setiap orang, baik sendirian maupun berjamaah. Ketika ia diam maupun saat berkendaraan, zikrullah ini pun bisa dilakukan sepanjang pagi, sore, siang dan petang. Maka, termasuk ciri kemabruran dari haji seseorang adalah bahwa dirinya banyak mengingat Tuhannya

Sumber : Jurnal Haji 1432 H,  Republika, Selasa, 1 November 2011/5 Dzulhijjah 1432

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bobby Herwibowo, Haji and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s