Memperbanyak Shalat di Masjidil Haram


Oleh : Ustadz Bobby Herwibowo

Ustadz, selain shalat, apa sebaiknya dilakukan saat berada di Masjidil Haram?

Hermansyah, Lampung

Jawaban :

Masjidil Haram adalah masjid yang paling bersejarah di dunia. Bahkan, Nabi Muhammad SAW pun mengakui keutamaannya. Dialah rumah pertama yang dibangun Allah SWT untuk umat manusia. ( QS 3: 96 ).

Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian bersusah payah dalam bepergian kecuali menuju tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidil Aqsha, dan masjidku ini ( Masjid Nabawi ).” (Muttafaq Alaih).

Rasulullah SAW amat menganjurkan umatnya untuk mengunjungi ketiga masjid ini dan Masjidil Haram adalah masjid peringkat pertama yang perlu dikunjungi oleh setiap Muslim.

Masjidil Haram adalah satu-satunya masjid di dunia yang terdapat di dalamnya Ka’bah al-Musyarrafah. Setiap Muslim menghadapkan wajah dan hatinya ke arah yang sama sedikitnya lima kali dalam sehari. Ia adalah simbol persatuan umat. Ia pun merupakan tempat turunnya rahmat Allah SWT setiap saat.

“Sungguh Allah menurunkan pada setiap hari dan malam 120 rahmat di Baitullah ini. 60 rahmat untuk orang yang melakukan tawaf, 40 rahmat bagi orang yang mendirikan shalat, dan 20 rahmat bagi orang yang memandang ke arah Ka’bah.” ( HR Thabrani ).

Hadis ini menunjukkan bahwa ibadah di Masjidil Haram amatlah diperintahkan. Sebab, rahmat Allah SWT senantiasa diturunkan di sana sepanjang waktu, khususnya ketiga ibadah yang spesifik tadi, yaitu tawaf, memperbanyak shalat, dan memandang Ka’bah.

Banyak sekali para jamaah haji Indonesia yang beri’tikaf di Masjidil Haram, namun mereka tidak mengerti harus mengerjakan apa. Tidak sedikit terlihat di antara mereka yang berbicara satu sama lain, bahkan ada juga yang tidur terlelap di lantai masjid. Semoga tidur itu pun dianggap berpahala sebab niat iktikaf mereka.

Namun, alangkah baiknya jika memperbanyak shalat sunah dengan rakaat maksimal . “Shalat di masjidku ini ( Masjid Nabawi ) lebih utama 1.000 kali lipat dibandingkan shalat di mana pun, kecuali Masjidil Haram. Sebab, shalat di Masjidil Haram 100 kali lipat dibanding shalat di masjidku ini.” ( Muttafaq Alaih ). Wallahu A’lam ■

Sumber : Jurnal Haji 1432 H,  Republika, Senin, 24 Oktober 2011/ 26 Dzulqaidah 1432

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bobby Herwibowo, Haji and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s