Berdesakan Saat Berhaji


Oleh : Ustadz Bobby Herwibowo

Ustadz, setiap tahun jutaan manusia berkumpul di Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Tak jarang, saat melaksanakan ibadah terjadi dorongan atau berdesak-desakan antarjamaah. Bagaimanakah sebaiknya bila kita menemui hal itu?

Marjono, Magetan

Jawaban :

Memang, jumlah umat Islam yang menunaikan ibadah haji mencapai jutaan orang. Karena itu, di saat puncak haji sulit untuk menghindari hal-hal yang terlarang, seperti mendorong, berdesak-desakan, dan lainnya.

Dalam kondisi demikian, diperlukan kemuliaan jiwa dan keindahan akhlak sehingga tidak akan didapati manusia yang bersitegang dan berkeras hendak lebih dahulu dari yang lain. Pada kondisi seperti ini, setiap individu dituntut untuk memperbanyak sabar dan menghormati hak saudaranya sesama Muslim. Tidak diperkenankan bagi jamaah haji dalam kondisi ihram dan sedang berhaji untuk melakukan rafats ( mengucapkan kata kotor ), fusuq ( mengerjakan perbuatan dosa ), dan jidal ( berbantah-bantahan dan bersitegang ). Haram hukumnya bagi seorang Muslim yang tengah melaksanakan ibadah haji untuk menyakiti saudaranya yang Muslim. Dalam kondisi manusia yang amat berjubel, tidak diperkenankan untuk saling mendorong, menyikut, menyakiti, dan merugikan satu sama lain. Ketahuilah, di sinilah ujian pertama kali bagi seorang yang layak menyandang gelar haji mabrur.

Dalam kesempatan berhaji, saat Rasulullah SAW bersama para sahabatnya yang berjumlah ratusan ribu usai melakukan wukuf di Arafah dan hendak meneruskan perjalanan ke Muzdalifah, saat itu Rasulullah SAW tengah mengendarai unta beliau, Qaswa’. Di hadapan Beliau terlihat para sahabat bergegas dan berdesakan pergi menuju Muzdalifah. Satu keinginan dari masing-masing sahabat ketika itu, mereka semua ingin lebih dahulu sampai di Muzdalifah demi mendapatkan tempat terbaik untuk mabit di sana. Keinginan seperti ini pun masih terus didapati pada pelaksanaan haji setiap tahunnya dari masing-masing jamaah. Demi melihat manusia yang berjubel dan berdesakan, ketika itu Rasul SAW berseru dari atas untanya dan sambil mengangkat pecut cemeti dengan tangan kanan sambil memberi isyarat kepada mereka, “Ayuuhan naas, alaikum as-sakiinah, alaikum as-sakiinah.” Artinya, “Wahai manusia, berjalanlah dengan tenang, tak usah terburu-buru dan berdesakan!” ( HR Bukhari 1671 ).

Itulah seruan Rasulullah SAW kepada para jamaah haji tahun itu. Pada saat itu, Rasulullah SAW mendapati para sahabat berjejal dan berdesakan saat melakukan ibadah haji. Kini, jumlah jamaah haji setiap tahunnya berkisar antara 4-5 juta jiwa, namun tempat manasik haji mereka adalah tempat yang sama dengan pelaksanaan haji pada zaman Rasulullah SAW. Maka tak ayal, semakin terlihat manusia yang berdesakan saat melaksanakan ibadah haji setiap tahunnya.

Maka demi menyikapi hal ini, disarankan bagi setiap jamaah haji untuk tidak berdesakan dan menjauhi kerumunan, sebab malapetaka dan bencana yang sering terjadi pada setiap pelaksanaan haji salah satunya disebabkan oleh manusia yang berkerumun dan berdesakan. Dalam hal ini mengambil maslahat lebih didahulukan daripada mengerjakan amalan yang afdhal ( utama ) . Bahkan, Rasul SAW pernah mempersilakan istrinya, Saudah RA, yang sudah lanjut usia untuk berangkat terlebih dahulu meninggalkan Muzdalifah menuju Mina sebelum yang lain berangkat. Hal ini Rasulullah SAW izinkan agar orang-orang tua dan lanjut usia aman dan selamat dari desakan manusia dan saling dorong yang mereka lakukan. ( HR Bukhari 1681 ). Wallahu a’lam. ■

Sumber : Jurnal Haji 1432 H,  Republika, Senin, 17 Oktober  2011/19 Dzulqaidah 1432

Gambar : http://cangkang.vivanews.com

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bobby Herwibowo, Haji and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s