Syarat Haji Mabrur


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, setiap orang yang akan melaksanakan ibadah haji pasti ingin agar mendapatkan haji yang mabrur. Namun, terkadang kita tidak mengetahui bagaimana agar haji yang kita laksanakan menjadi haji mabrur, tidak hanya asal ikut-ikutan orang lain. Jadi, bagaimana caranya agar kita mendapatkan haji yang mabrur, Ustadz ?

Hamba Allah

Jawaban :

Benar sekali, setiap jamaah haji pasti ingin mendapatkan haji yang mabrur, kecuali mereka yang melaksanakan haji bukan karena Allah semata, tapi karena ingin dilihat dan dipandang orang lain sebagai orang yang telah berhaji. Sehingga, mereka merasa berhak dipanggil haji atau hajah atau menunaikan haji karena berbagai alasan keduniaan lainnya.

Allah telah menjanjikan bahwa tidak ada balasan bagi orang yang mendapatkan haji yang mabrur kecuali surga-Nya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Dari umrah yang satu ke umrah berikutnya akan menghapuskan dosa di antara keduanya dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” ( HR Bukhari dan Muslim ).

Untuk mendapatkan haji yang mabrur dan agar materi serta tenaga yang kita keluarkan demi keperluan ibadah haji tidak sia-sia, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian seorang jamaah haji, yaitu ikhlas karena Allah SWT, tidak tercampur dengan riya (pamer), sum’ah  ( reputasi ), ujub ( bangga diri ), dan penyakit hati lainnya.

Lalu, menjaga agar bekal dan biaya haji hanya berasal dari yang halal meski sederhana dan jangan mencampurnya dengan harta yang didapat dengan cara haram.

“Apabila seorang jamaah haji berangkat menunaikan ibadahnya dengan harta halal dan menginjakkan kakinya di kendaraannya kemudian ia membaca talbiah, labbaik Allahumma labbaik, maka ada jawaban dari langit, “Aku terima panggilanmu dan berbahagialah kamu karena bekalmu halal, kendaraanmu halal, hajimu mabrur tidak mengandung dosa ( ma’zur ).” Dan, apabila seorang jamaah haji berangkat dengan uang haram dan dia menginjakkan kaki di kendaraannya kemudian dia membaca talbiah, labbaik Allahumma labbaik, ada jawaban dari langit: “Tidak ada labbaik dan tidak ada kebahagiaan bagimu karena bekalmu haram, kendaraanmu haram, hajimu penuh dosa, tidak diterima ( tertolak ).” ( HR Thabrani ).

Hal lain yang harus diperhatikan agar haji mabrur, seseorang harus berusaha keras mengikuti semua ketentuan dalam ibadah haji dengan menjalankan semua rukun, wajib, dan sunah haji serta menjauhi semua larangan, kemaksiatan, dan bid’ah yang dilarang pada waktu melaksanakan haji. Dengan demikian, hajinya menjadi benar sesuai tuntunan Rasulullah.

Seseorang juga mesti menjaga akhlak dan perilaku dalam berinteraksi dengan orang lain serta berusaha menjadi orang yang selalu bermanfaat bagi orang lain. Dengan berusaha keras mengerjakan dan menjaga hal-hal yang di atas, dengan izin Allah, orang akan mendapatkan haji mabrur yang tidak ada balasannya kecuali surga. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu, 26 Oktober  2011 / 28 Dzulqaidah 1432

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Haji and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Syarat Haji Mabrur

  1. Pingback: Gelang Haji - Fashion dan Belanja Jadi Satu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s