Membagi Waris tidak Pakai Hukum Islam


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz yang dimualiakan Allah SWT, saya mau bertanya tentang waris. Apakah hukumnya jika pembagian waris tidak menggunakan hukum Islam karena melihat kondisi yang akan menimbulkan perpecahan dalam keluarga?

Utsman Kamba, Jakarta Selatan

Jawaban :

Dalam sistem jahiliah yang disebut adil adalah siapa yang kuat dan menang, sehingga pembagian kewarisan sangat menguntungkan pihak laki-laki dan sangat zalim terhadap wanita. Atau, yang kuat berhak mendapatkan bagian terbesar sehingga si lemah tak berdaya. Bisa pula selera keadilan manusia yang rentan dipengaruhi rasa suka dan tidak suka temporal biasanya dijadikan standar.

Belum lagi fanatisme sistem adat istiadat yang tidak bisa diterapkan secara universal, sering kali menjadi sumber perpecahan di tengah keluarga yang anggotanya heterogen secara adat. Kekhawatiran orang atau anggota keluarga terhadap sistem kewarisan Islam biasanya karena ketiadaan pengetahuan mereka tentang syariat waris ini.

Ayat berikut adalah bentuk kepastian jaminan akan keadilan Allah dalam hukum kewarisan Islam. “( Hukum-hukum ) itu adalah ketentuan dari Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar. Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya dan baginya siksa yang menghinakan.”( QS an-Nisa [4] : 13-14 ).

Ayat ini menegaskan tentang jaminan kebahagiaan dan kesejahteraan sosial, bahkan surga di akhirat bagi mereka yang mau menjalankan hukum kewarisan yang Allah ajarkan. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang tidak menerapkan hukum waris yang telah diatur Allah, maka ia tidak akan mendapat warisan surga.” ( Muttafaq ‘alaih ).

Syariat Islam menetapkan aturan waris dengan bentuk sangat teratur dan adil serta sudah teruji kebenarannya dari masa ke masa. Siapa yang mengamalkannya karena keyakinan dan pengetahuan serta akal sehat, dia akan selamat dan terhindar dari perpecahan dan permusuhan. Di dalamnya ditetapkan hak kepemilikan harta bagi setiap manusia, dengan ketetapan seadil-adilnya menurut standar Sang Pencipta semua makhluk.

Itu karena dalam sistem kewarisan Islam hanya sedikit aturan yang berdasarkan ketetapan hadis atau ijma serta ijtihad manusia, sebagian besar bersumber dari Al-Quran langsung. Hal ini memperkuat objektivitasnya sebab manusia sangat rentan dipengaruhi oleh harta dalam hal keadilan.

Begitu eratnya ilmu faraidh ( kewarisan Islam ) ini dengan Al-Quran dan betapa besar bahayanya jika tidak diterapkan sehingga Rasulullah menegaskan bahwa Al-Quran adalah seadil-adilnya aturan, sebagaimana hadis berikut, “Rasulullah SAW bersabda: ‘Pelajarilah Al-Quran dan ajarkanlah kepada orang-orang. Perlajarilah ilmu faraidh ( waris ) dan ajarkan kepada orang-orang. Sebab, aku adalah orang yang akan diambil nyawanya oleh Allah. Sesungguhnya ilmu faraidh ( waris ) itu termasuk juga akan diambil oleh Allah ( jika tidak dipelajari ). Sehingga, ada dua orang berselisih masalah warisan dan tidak ada yang menengahi maka timbullah fitnah.” ( HR an-Nasa’i ). Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 17 Oktober  2011 / 19 Dzulqaidah 1432

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Waris and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s