Kaidah Jika Ingin Haji Berulang-ulang


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Apakah biaya untuk pelaksanaan haji dan umrah berulang-ulang itu lebih afdhal daripada sedekah, berinfak di jalan Allah, dan untuk kejayaan Islam?

Jawaban :

Mengapa syariat kewajiban berhaji yang sangat indah dan mengharukan itu hanya sekali seumur hidup, itu tentu karena alasan yang telah diketahui oleh pengetahuan dan hikmah Allah. Hampir setiap orang ingin mengulangi kunjungan mereka ke Tanah Suci. Haji yang berikutnya adalah sunah dan sunah adalah sesuatu yang sangat dianjurkan Rasul SAW. Tapi, ada beberapa kaidah yang mesti diperhatikan bagi yang ingin melakukannya.

Pertama, Allah tidak akan menerima ibadah sunah sampai ibadah wajib dilaksanakan. Maka, setiap orang melaksanakan ibadah haji dan umrah sunah tapi dia tidak mengeluarkan zakat hartanya yang diwajibkan ke atasnya, maka haji dan umrahnya akan ditolak oleh Allah SWT.

Kedua, Allah tidak akan menerima ibadah sunah kalau hal itu menyebabkan terjadinya suatu yang haram, karena terhindar dari dosa mengerjakan yang haram lebih diutamakan dari mencari pahala ibadah sunah. Langkah pertama adalah orang-orang yang sudah haji untuk menahan diri mereka dan memberikan jalan bagi yang belum pernah haji.

Ketiga, kaidah menghindari mafsadah ( keburukan ) lebih didahulukan daripada mencari kebaikan, khususnya jika mafsadah itu menyangkut orang banyak, sedangkan kebaikan hanya beberapa individu.

Keempat, pintu-pintu untuk melaksanakan ibadah-ibadah sunah itu sangat luas, dan Allah tidak mempersempit hambanya dalam hal itu. Seorang Mukmin yang bijak adalah yang bisa memilih dari pintu-pintu ibadah itu yang cocok de ngan keadaannya. “Sedekah untuk orang miskin adalah sedekah, sedangkan untuk kerabat bernilai dua: sedekah dan silaturahim.” ( HR Ahmad, Tirmizi, Nasa’i, Ibnu Majah, dan al-Hakim dari Salman bin ‘Amir al-Shaifi ). Wallahu a’lam

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 11 Oktober  2011 / 13 Dzulqaidah 1432

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Haji and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s