Haji Anak Kecil


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya akan mengajak anak saya yang masih kecil beribadah haji. Yang ingin saya tanyakan, apakah haji anak kecil itu sah, Ustadz ? Dan, apabila dia melakukan hal-hal yang dilarang pada waktu ihram, apakah wajib atasnya membayar fidyah atau tidak ?

Erna, Bekasi

Jawaban :

Pada dasarnya, haji belum diwajibkan bagi anak kecil yang belum balig, tetapi bila ada anak yang belum balig menunaikan ibadah haji maka sah hajinya. Seperti yang diriwayat kan oleh Ibnu Abbas bahwa seorang perempuan mengangkat seorang anak kecil ke hadapan Nabi Muhammad SAW, lalu bertanya, “Ya Rasulullah, apakah sah bagi anak ini beribadah haji? Rasulullah menjawab, Ya, dan bagimu pahalanya juga. ( HR Muslim ).

Maka itu, beruntunglah orang tua yang mampu dan sanggup menyertakan anaknya untuk berhaji karena berhaji akan memberikan kesan mendalam bagi pendidikan tauhid anak-anak Muslim. Melaksanakan haji di waktu kecil tidak menggugurkan kewajibannya melaksanakan ibadah haji ketika sudah balig kelak.

Artinya, ketika sudah dewasa dan dia mampu untuk melaksanakan ibadah haji maka wajiblah atasnya melaksanakannya lagi. Rasulullah bersabda, “Siapa pun anak kecil yang berhaji bersama keluarganya, kemudian dia meninggal dunia maka haji itu telah cukup baginya, tapi jika dia sampai usia balig maka dia wajib berhaji lagi. Dan, budak yang berhaji bersama keluarganya, kemudian dia wafat maka haji itu telah cukup baginya, tapi jika dia dibebaskan ( merdeka ) maka dia wajib berhaji kembali.” ( Diriwayatkan oleh Ahmad secara mursal dan diriwayatkan Hakim dari Ibn Abbas ).

Anak kecil yang melakukan ibadah haji hendaknya juga menjauhi apa yang dilarang bagi orang dewasa yang sedang berihram, serta melakukan sendiri ritual haji yang mungkin dilakukannya, seperti tawaf, sai, wukuf, mabit di Muzdalifah, dan lain-lain, sedangkan yang tidak mampu dilakukannya maka walinyalah yang harus mengerjakan untuknya.

Hal ini seperti yang diriwayatkan Jabir, ia berkata, “Kami berhaji bersama Rasulullah dan para perempuan serta anak-anak kecil maka kami mengucapkan talbiyah untuk anak-anak kecil dan melontar jumrah untuk mereka.” ( HR Ahmad dan Ibnu Majah ).

Adapun jika dalam rangkaian pelaksanaan ibadah haji anak kecil itu melakukan perkara yang dilarang bagi orang yang sedang berihram, apabila anak kecil itu belum mumayiz (sudah bisa membedakan) maka dia tidak diwajibkan membayar fidyah. Sedangkan, jika anak kecil itu sudah mumayiz maka dia wajib membayar fidyah. Wallahu a’lam bish shawab.■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 13 Oktober  2011 / 15 Dzulqaidah 1432

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Haji and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s