Badal Haji


Oleh : Ustadz Bobby Herwibowo

Ustadz, orang tua saya bernazar akan menunaikan ibadah haji. Namun, nazar itu tidak bisa terlaksana karena beliau telah wafat. Bolehkah saya menghajikannya, dan apa syaratnya?

Syafii, Pejaten

Jawaban :

Ibadah haji adalah fardhu hukumnya dalam Islam. Namun, bila seseorang terhalang menunaikan haji hingga ia wafat, kewajiban tersebut bisa dilaksanakan oleh orang lain, baik keturunannya atau orang yang dapat dipercaya. Kegiatan menghajikan orang yang telah tiada atau uzur ini disebut sebagai ‘badal haji’.

Hampir seluruh ulama memperbolehkan badal haji atau dalam istilah fikihnya disebut al-hajju ‘anil ghair. Ada dua kondisi yang melatarbelakangi. Pertama, almarhum mampu secara fisik dan keuangan saat  hidup. Seseorang yang saat hidup mempunyai kesehatan dan dana yang cukup untuk berhaji, namun karena kehendak Allah SWT, ia tidak mampu mewujudkannya. Dalam kondisi seperti ini, kewajiban bagi ahli waris dan keturunannya untuk menghajikan almarhum.

“Ada seorang pria datang kepada Nabi SAW seraya berkata, ‘Saat haji difardhukan kepada para hamba, ketika itu ayahku sudah  sepuh dan ia tiada sanggup menunaikan haji maupun menunggang kendaraan. Bolehkah aku menghajikan dia?’  Rasul menjawab, ‘Lakukanlah haji dan umrah untuk ayahmu!'” ( HR Ahmad dan Nasa’i ).

Lalu bagaimana kiranya dengan orang yang kuat dan sehat, namun belum berhaji? Jawabannya, boleh untuk dibadalkan.

Kedua, orang yang semasa hidup tidak mampu atau orang sepuh masih hidup, namun sudah tidak sanggup melakukan haji.

Tata cara badal haji itu adalah: (1) Orang yang melaksanakan sudah lebih dulu mengerjakan haji untuk dirinya sendiri. Jika belum, ia tidak bisa menjadi badal haji. (2) Si pelaksana berniat haji untuk orang yang diwakilkan. (3) Diutamakan badal haji ini dilakukan oleh ahli waris atau keluarga terdekat. (4) Bila tiada ahli waris yang dapat melakukannya, boleh diamanahkan kepada orang yang dapat dipercaya. Wallahu a’lam. ■

Sumber : Jurnal Haji 1432 H, Republika, Rabu, 11 Oktober 2011/13 Dzulqaidah 1432

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bobby Herwibowo, Haji and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s