Menutup Kepala Saat Ihram


Oleh : Ustadz Bobby Herwibowo

Saat berihram dan ketika cuaca sedang panas, bolehkah jamaah menutup kepalanya dengan kain ihram? Mohon penjelasannya.

Mohammad Ardan, Kutai Barat

Jawaban :

Kasus di atas sering kali terjadi pada jamaah haji atau umrah di mana mereka menutup kepala tanpa sengaja, padahal itu adalah salah satu larangan ihram. Maka, dalam hal ini tak ada hukum yang berlaku saat seseorang melakukannya tanpa sengaja. Namun, berbeda halnya saat ia melakukannya dengan sengaja ( ‘amdin ).

Menutup kepala dengan sengaja saat berihram akan terkena fidyah berdasarkan dalil, “Dan, jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya ( lalu ia bercukur ), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban.” ( QS 2: 196 ).

Meski dalil di atas berbicara tentang halq ( mencukur rambut saat ihram ), namun para fuqaha bersepakat bahwa menutup kepala, menggunting kuku, menggunakan wewangian, dan mengenakan pakaian berjahit saat berihram termasuk ke dalam perkara yang mewajibkan adanya fidyah ( tebusan ).

Lalu, berapakah besaran fidyah yang harus dibayar oleh seseorang yang menutup kepalanya dengan sengaja? Dalam hal ini orang yang bersangkutan berhak memilih paket fidyah mana yang mampu ia lakukan. Pilihan itu adalah menyembelih seekor kambing, berpuasa tiga hari, atau bersedekah kepada enam orang miskin masing-masing setengah sha’ dari makanan pokok ( satu sha’ kira-kira sebesar 2,5 kg ). Lalu, fidyah ini disalurkan kepada fakir miskin yang ada di sekitar tanah haram Makkah.

Lalu, apakah larangan menutup kepala ini berlaku juga bila kita berteduh di bawah payung, kemah, gedung, atau atap mobil? Ketahuilah, larangan menutup kepala ini hanya berlaku pada penutup kepala yang langsung menempel, seperti peci, sorban yang dililitkan di kepala, dan sejenisnya. Maka, bila berteduh di bawah payung, kemah, dan sejenisnya, hal tersebut tidak bermasalah.

Seperti hadis yang diriwayatkan oleh Ummul Hushain bahwa ia berhaji bersama Rasulullah SAW saat Haji Wada’ dan ia mendapati Bilal dan Usamah memayungi Nabi SAW dengan baju mereka untuk melindungi Rasulullah SAW dari panas. Hal itu dilakukan mereka berdua hingga proses Jumrah Aqabah, saat proses terakhir ihram. ( HR Muslim, Abu Daud dan an-Nasa’i ). Wallahu a’lam. ■

Sumber : Jurnal Haji 1432 H,  Republika, Ahad, 9 Oktober 2011/ 11 Dzulqaidah 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bobby Herwibowo, Haji and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s