Menahan Pandangan Saat Berhaji


Oleh : Ustadz Bobby Herwibowo

Ustadz, saat berhaji kita menyaksikan ada banyak jamaah, termasuk lawan jenis. Bagaimanakah cara kita memandang saat berhaji itu?

Abdus Salam, Bogor

Jawaban :

Dalam kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar al-Asqalani pada hadis No 732 disebutkan, “Saat itu ada seorang wanita dari suku Khats’am datang kepada Nabi SAW saat beliau sedang menuju kota suci Mekkah untuk berhaji. Kebetulan di sisi Rasulullah SAW terdapat seorang sahabat yang menemani beliau bernama Al-Fadhl bin Abbas. Saat wanita itu mendekati Nabi SAW untuk menanyakan suatu hal, Fadhl melirik ke arah wanita itu dan wanita itu pun melirik ke arah Fadhl. Rasulullah SAW mengetahui kejadian tersebut. Lalu dengan tangan beliau SAW yang mulia, wajah Fadhl dipalingkan ke arah lain agar perbuatan tersebut terhindar dari dosa.” ( Muttafaq alaih ).

Mencoba untuk memahami hadis ini bahwa benar sekali saat jutaan manusia berkumpul di Tanah Suci, salah satu hal yang mengganggu kekhusyukan ibadah mereka adalah melihat lawan jenis yang bukan mahramnya. Demi mendapatkan kemabruran yang amat diharap, hendaknya setiap jamaah haji berupaya untuk senantiasa menahan pandangannya (ghaddul bashar).

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandanganya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya ….” ( QS an-Nur [24] : 30-31 ).

Maka, berusahalah untuk dapat menahan pandangan selama melakukan ibadah haji agar kita bisa merasakan manisnya iman. Dari Abu Umamah RA, Nabi SAW bersabda: “Setiap Muslim yang melihat kecantikan seorang wanita pada kali pertama kemudian ia berusaha untuk menundukkan pandangannya, pasti Allah akan menggantikan untuknya sebuah ibadah yang dapat ia rasakan kenikmatannya.” ( HR Ahmad ). Wallahu a’lam. ■

Sumber : Jurnal Haji 1432 H,  Republika, Senin, 3 Oktober 2011/ 5 Dzulqaidah 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bobby Herwibowo, Haji and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s