Mampu, tapi Enggan Berhaji


Oleh : Ustadz Bobby Herwibowo

Ustadz, banyak umat Islam di seluruh dunia ini yang sudah memiliki kemampuan dan memenuhi syarat untuk berhaji, namun masih belum menunaikannya. Alasannya macam-macam. Lalu, apakah makna mampu itu? Bagaimanakah seharusnya mereka itu?

Irfan Hidayat, Surabaya

Jawaban :

Mengacu pada sunah hidup Rasulullah SAW, memang benar bahwa beliau SAW melaksanakan haji pada tahun 10 Hijriah yang dikenal dengan sebutan Haji Wada’. Padahal, sebagaimana riwayat yang sahih dikatakan bahwa kewajiban haji diturunkan perintahnya pada tahun 9 H.

Penundaan pelaksanaan haji selama setahun itu karena berkenaan dengan kondisi saat itu dimana Ka’bah masih penuh dikelilingi oleh berhala dan banyak praktik kemusyrikan yang menyebabkan Rasulullah SAW enggan berhaji pada saat itu. Hal yang paling parah salah satunya adalah manusia bertawaf  ketika itu tanpa menggunakan busana. Hal itulah yang menyebabkan Rasul SAW menunda pelaksanaan haji hingga satu tahun. Begitu semua bentuk kemusyrikan bisa diatasi, beliau bersegera melaksanakan haji.

“Bersegeralah melaksanakan haji sebab kalian tidak tahu apa yang bakal terjadi kemudian pada diri kalian.” ( HR Ahmad ). Dalam riwayat lain, disebutkan, “Siapa yang berniat haji, hendaklah ia menyegerakannya karena boleh jadi suatu hari, ia akan jatuh sakit atau kendaraannya sesat  ( rusak ) dan banyak hajat / kebutuhan lain yang bermunculan.”

“Siapa yang memiliki bekal dan kendaraan, namun ia belum berhaji, ia dipersilakan untuk memilih mati sebagai seorang Yahudi atau Nasrani.”

Hadis di atas memerintahkan setiap Muslim untuk bersegera melaksanakan ibadah haji. Hanya mazhab Syafi’i yang berpendapat haji boleh ditunda, alat tarakhi’, dan pendapat ini pun ditentang oleh jumhur ulama berdasarkan dalil-dalil di atas.

Oleh karena itu, bagi seorang Muslim yang berkesempatan, baik secara finansial maupun kesehatan, hendaknya ia menyegerakan kewajiban haji. ■

Sumber : Jurnal Haji 1432 H, Republika, Kamis, 6 Oktober 2011/ 8 Dzulqaidah 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bobby Herwibowo, Haji and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s