Makna Shalat Arbain


Oleh : Ustadz Bobby Herwibowo

Ustadz, setiap menunaikan ibadah haji, hampir tak ada satu pun jamaah yang melewatkan shalat Arbain ( 40 waktu ) di Masjid Nabawi. Apakah makna tertinggi dalam shalat Arbain itu?

Andi Nurbaiti, Makassar

Jawaban :

Jamaah haji Indonesia yang berangkat dalam gelombang I kini tengah berada di Madinah Al-Munawarah. Mereka berada di sana selama delapan hingga sembilan hari lamanya. Berbagai aktivitas ibadah mereka lakukan di sana. Mulai dari shalat fardhu yang lima waktu, ibadah-ibadah sunah, berziarah ke makam Rasulullah SAW dan para sahabat, dan melakukan shalat Arbain. Arbain adalah sebuah silsilah ibadah shalat fardhu yang dilakukan sebanyak 40 kali tanpa terputus sekalipun.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang shalat di masjidku ( Nabawi ) sebanyak 40 kali shalat tidak terlewat satu kali pun, maka telah ditetapkan baginya kebebasan dari neraka, keselamatan dari azab, dan kemunafikan.” ( HR Ahmad dan At-Thabrany ).

“Shalat di masjidku ini ( Masjid Nabawi ) lebih utama 1.000 kali dibandingkan shalat di masjid lainnya, kecuali di Masjidil Haram, dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100 ribu kali shalat daripada masjid lainnya.” ( HR Ahmad Ibnu Huzaimah dan Hakim ).

Hadis ini menjadi stimulan dan motivasi bagi setiap Muslim yang berada di Madinah untuk memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, wa bil khusus ibadah shalat, baik fardhu maupun sunah. Ada pula jamaah haji yang beriktikaf di masjid demi menunggu datangnya waktu shalat berjamaah. Semuanya mengharap ridha Allah SWT.

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, “Rasulullah SAW bertanya, ‘Maukah kalian aku tunjukkan amalan yang dapat menghapus dosa-dosa dan dapat mengangkat derajat ( di surga )?’ Para Sahabat menjawab, ‘Tentu, wahai Rasulullah.’ Yaitu menyempurnakan wudhu pada waktu-waktu yang tidak disukai, memperbanyak langkah ke masjid, dan menunggu shalat setelah selesai shalat. Itulah yang harus kalian utamakan.'” (HR Muslim).

Spirit yang mereka rasakan saat menjalankan ibadah shalat Arbain di Masjid Nabawi adalah betapa mereka merasa sayang apabila tertinggal shalat berjamaah meski hanya satu kali. Sebab, hal itu akan membuat Arbain yang hendak mereka capai menjadi gugur. Wallahu a’lam.

Sumber : Jurnal Haji 1432 H,  Republika, Rabu, 5 Oktober 2011/ 7 Dzulqaidah 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bobby Herwibowo, Haji and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s