Cara Bertalbiyah


Oleh : Ustadz H Bobby Herwibowo, Lc

Ustadz, saat kita berhaji atau umrah, bagaimanakah sebaiknya ketika mengucapkan lafal talbiyah itu, dengan suara keras atau cukup dalam hati?

Ahmad Syafik, Depok

Jawaban :

Saat seorang yang berniat haji hendak melewati batas miqat makani maka mereka akan melakukan shalat ihram dengan pakaian ihram dan berniat ihram. Usai itu mereka masuk dalam sebuah kondisi yang disebut ihram. Ihram berarti pengharaman. Pengharaman atas segala sesuatu selain Allah SWT. Seperti takbiratul ihram dalam shalat, maka, ihram adalah pengondisian diri untuk mengharamkan hal keduniawian dan fokus untuk Allah.

Jamaah haji mengucapkan kalimat talbiyah sebagai bentuk ihram yang mereka pertontonkan untuk Allah Sang Pencipta mereka. Labbaik Allahumma labbaik. Labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk. La syarika laka.

Inilah pengakuan setiap orang yang datang berhaji ke Baitullah. Inilah yel-yel penginsafan bahwa sesungguhnya mereka kecil di hadapan Allah. Kalimat ini hendaknya diserukan dengan suara keras dan lantang.

Namun, kerap terjadi bahwa jamaah haji membaca talbiyah dengan suara yang hampir tidak terdengar. Boleh jadi mereka lelah atau karena tidak memahami makna talbiyah itu.

Para sahabat Rasulullah SAW pun melakukan hal yang sama. Ketika mereka hendak melakukan haji dan menempuh perjalanan yang amat jauh seusai mereka mengambil miqat dari Dzul Hulaifah atau Bir Ali, suara mereka hampir tidak terdengar saat bertalbiyah. Maka mendapati hal ini, Jibril menghampiri Rasulullah SAW untuk menyerukan para sahabat agar melantangkan suara saat mereka bertalbiyah.

Dari Khalad bin as-Saib RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jibril menghampiriku dan memintaku agar aku menyuruh para sahabat untuk melantangkan suara mereka ketika bertalbiyah.” ( HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Majah ). Wallahu a’lam.■

Sumber : Jurnal Haji 1432 H,  Republika, Sabtu, 1 Oktober 2011/ 3 Dzulqaidah 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bobby Herwibowo, Haji and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s