Wajibkah Muhrim Bagi Haji Perempuan?


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya sudah enam tahun menanti dapat kesempatan pergi haji. Alhamdulillah, tahun ini saya dapat kesempatan menunaikannya. Tapi, saya menghadapi persoalan mengenai muhrim. Ada yang bilang tidak boleh perempuan berhaji tanpa muhrim, padahal saya seorang janda dengan keterbatasan dana untuk mengajak muhrim saya dan kesempatan untuk bisa berhaji bersama muhrim pun bukan hal yang mudah bagi saya. Apakah boleh saya menunaikan haji tahun ini tanpa muhrim?

Furyati , Magelang

Jawaban :

Ada dua pendapat ulama dalam masalah muhrim bagi jamaah haji perempuan. Pertama, pendapat Imam Malik dan Imam Syafii. Menurut beliau, mahram bukanlah bagian dari syarat dalam haji bagi perempuan. Dalilnya, tatkala Aisyah ditanya apakah perempuan tidak boleh bepergian kecuali jika bersama mahramnya? A’isyah menjawab, “Tidak semua perempuan mendapatkan mahramnya.”

Ibnu Sirin berkata, “Seorang perempuan boleh keluar bersama laki-laki Muslim.” Imam Malik berkata, “Perempuan boleh keluar bersama jamaah perempuan lainnya.” Hammad berkata, “Perempuan boleh keluar tanpa mahram, tapi bersama orang-orang saleh.” Al-Auza’i berkata, “Perempuan boleh keluar bersama dengan kaum yang berkarakter ‘adl.”

Sementara itu, Imam Syafi’i berkata, “Perempuan boleh keluar bersama perempuan Muslimah yang merdeka.” Sebagaimana Umar bin Khattab mengizinkan istri-istri Nabi SAW ( setelah Rasulullah wafat ) untuk menunaikan ibadah haji. Dan, Umar mengutus Usman bin Affan serta Abdurrahman bin ‘Auf untuk menyertai mereka ( istri-istri Nabi SAW ).

Kedua, pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad. Adanya mahram adalah syarat dalam ibadah haji bagi perempuan, dalil mereka adalah sebagai berikut, dari Ibnu Abbas, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seorang laki-laki menyendiri bersama perempuan kecuali bersama mahramnya. Dan, janganlah seorang perempuan mengadakan perjalanan kecuali bersama mahramnya.”

Kesimpulannya, menurut tarjih saya adalah boleh pergi haji dengan menjadikan mahram adalah regu atau rombongan yang berangkat bersama pergi haji karena perjalanan haji adalah perjalanan wajib dan alasan kesulitan perjalanan yang umumnya dirasakan oleh jamaah haji Indonesia. Selamat berhaji semoga mabrur. Wallahua’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 7 Oktober 2011/9 Dzulqaidah 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Haji and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s