Hukum Haji Banci


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Jika seorang banci pergi haji ke Baitullah, bagaimanakah pakaian ihramnya ? Dalam segala kegiatan hajinya nanti di Tanah Suci apakah ikut kelompok perempuan atau laki-laki, atau ada pengecualian dalam beberapa kegiatan ibadahnya, Ustadz ?

Maryam, Depok

Jawaban :

Dalam bahasa Arab, banci disebut khuntsa, yaitu orang yang tidak sepenuhnya laki-laki dan tidak juga perempuan, atau orang yang mempunyai apa yang dipunyai laki-laki dan yang dipunyai perempuan. Adapun mukhannats adalah seorang laki-laki yang menyerupai perempuan dalam hal kelemah-lembutan, cara berbicara, cara melihat, dan gerak gemulainya.  Ada dua macam mukhannats, pertama, orang yang terlahir seperti perempuan, maka dia tidak berdosa. Kedua, orang yang tidak terlahir demikian, tetapi dia menyerupai perempuan dalam gerakan dan cara berbicaranya.

Jadi, mukhannats ini sesungguhnya adalah lelaki, berbeda dengan khuntsa. Mereka ini tetap dihukumi sebagai laki-laki dalam semua aspek ibadahnya, termasuk dalam berhaji.

Dalam hal ini, khuntsa juga terbagi dua. Pertama, khuntsa ghoiru musykil, yaitu waria yang mudah dikenali jenis kelaminnya, baik melalui tanda-tandanya setelah baligh/dewasa dengan melihat perubahan pada organ-organ tubuhnya maupun pada tempat keluar air seninya apabila dia masih anak-anak.

Jika yang dominan tampak dalam dirinya adalah tanda-tanda kelelakian, maka dihukumi sebagai laki-laki kepadanya. Kedua, khuntsa musykil ( waria yang sulit dikenali jenis kelaminnya ).

Mengenai khuntsa musykil ini, jumhur atau mayoritas ulama berpendapat, mereka disamakan dengan perempuan dalam hal syarat wajib haji, memakai pakaian berjahit, mendekati rumah Allah, berlari kecil ketika thawaf, menyingkapkan muka, berlari kecil ketika sai, wukuf, dan dia tidak boleh berhaji kecuali bersama muhrim, juga tidak boleh bersama jamaah laki-laki saja atau perempuan saja kecuali kalau mereka adalah muhrimnya. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu, 8 Oktober 2011/10 Dzulqaidah 1432 H

 

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Haji and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s