Tempat Mustajab Berdoa Saat Berhaji


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya takut haji saya tercemari oleh kesalahan, bid’ah, dan kesyirikan akibat kebodohan saya. Saya juga ingin agar doa-doa saya terkabul selama saya di Tanah Suci.

Mohon saya diberi tahu tempat-tempat mustajabnya doa agar dikabulkan Allah SWT karena banyak keinginan dan titipan doa dari kerabat saya. Ustadz, doa-doa apa saja yang paling bagus dan prioritas untuk saya minta di tempat mustajab saat berhaji nanti?

Sumadi – Cirebon

Jawaban :

“Dan ( ingatlah ), ketika Kami menjadikan rumah itu ( Baitullah ) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk, dan yang sujud’.” ( QS. al-Baqarah [2] : 125 ).

Pada hakikatnya kesuluruhan lokasi Tanah Suci,  Makkah dan Madinah serta wilayah manasik haji, adalah area yang diagungkan oleh Allah untuk hamba-hamba-Nya yang beriman, tempat dilipatgandakannya balasan ketaatan dan begitu pula kejahatan.

Baitullah dan sekitarnya adalah tempat yang aman untuk beribadah dan mustajab dikabulkannya doa-doa, di dalamnya juga ada maqam Ibrahim ( tempat berpijaknya Nabi Ibrahim as saat membangun Ka’bah ) yang sebagian tempat di belakangnya Allah jadikan sebagai tempat shalat  ( mushalla ) sekaligus sebagai tempat terkabulnya doa-doa, demikian halnya ketika meminum air zam-zam, akan menjadi saat yang tepat dan menjadi tempat yang tepat pula untuk berdoa di dekat sumur zam-zam.

Berdoa di antara dua rukun ( Yamani dan Hajar Aswad ) dan juga berdoa saat mencium Hajar Aswad, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Batu ini ( Hajar Aswad ) sungguh akan datang pada hari kiamat, ia mempunyai dua mata untuk melihat dan lidah untuk berbicara serta bersaksi atas orang yang mengusap ( atau menciumnya ) dengan benar.” (HR Ibnu Majah).

Berdoa di Bukit Safa dan Marwah juga mustajab sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim, begitu pula berdoa di Arafah, Muzdalifah, Masy’aril Haram, Jamarat, dan di Mina, serta tak lupa saat berada di Raudhah, Masjid Nabawi dan secara keseluruhan doa seorang musafir yang dalam perjalanan ibadah maka semua tempat akan menjadi tempat yang mustajab bagi mereka.

Perbanyaklah zikir dan doa selama dalam perjalanan ibadah haji dari pergi hingga kembali dan di manapun berada. Wallahu a’lam bis shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu, 5 Oktober  2011 / 7 Dzulqaidah 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Haji and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s