Adab Walimah Safar Haji


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya ingin tahu tata cara walimah safar haji. Sebab, banyak undangan walimah safar haji yang saya hadiri cenderung jadi ajang pamer calhaj. Bagaimana tuntunan Islam dalam hal ini?

Makram, Tangerang

Jawaban :

Walimah safar haji adalah hal yang mubah ( boleh ) saja dilakukan selama tidak merusak niat dengan riya ( pamer ) atau melakukan pemborosan biaya untuk hal-hal yang yang tidak perlu. Namun, jika sudah bercampur dengan maksiat apalagi bid’ah dan syirik, maka walimah seperti itu menjadi haram hukumnya. Beberapa adab penting dalam walimah safar haji di antaranya:

1. Murnikan dan luruskan niat dari kotoran dan penyimpangan seperti pamer  ( riya ) dan membanggakan diri ( ujb ) saat menyelenggarakan walimah safar.

2. Memusatkan tujuan berhaji untuk meraih kebahagiaan akhirat dan memohon doa dari yang hadir agar dikuatkan berorientasi akhirat dalam ibadahnya.

3. Calon haji yang berangkat berpesan kepada undangan dan semua keluarga yang akan ditinggalkan dengan mengatakan  ‘astawdi’ukumullah alladzi la tadhi’u wada’i’uhu’. “Barang siapa yang ingin melakukan safar hendaklah ia berkata kepada yang ditinggalkan: ‘Aku titipkan kamu kepada Allah yang tidak pernah menghilangkan ( sesuatu ) yang dititipkan pada-Nya.”   ( HR Ahmad dan Ibnu Majah ).

4. Kepada keluarga dan kerabat serta undangan yang ditinggalkan mendoakan seperti ini, ‘zawwadakallahut taqwa wa ghafara dzanbak wa yassarakallah haytsu ma kunta’. “Semoga Allah menambahkan takwamu dan mengampunkan dosamu, serta memudahkan kebaikan untukmu di manapun engkau berada.” ( HR Tirmizi ).

5. Calon jamaah haji berwasiat kepada karib kerabat dan tetangganya agar menjaga keluarga dan harta yang ditinggalkannya selama menunaikan haji.

6. Memotivasi kepada yang telah mampu untuk segera berhaji. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu, 1 Oktober / 3 Dzulqaidah 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Haji and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s