Ritual Walimah Safar Haji


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, gimana hukum melaksanakan acara walimah safar haji, karena di tempat saya orang yang mau melaksanakan haji ada upacaranya, yaitu dimandikan dan dibasukan sapu lidi. Niatnya, supaya lancar ibadah haji dan tidak ada godaan selama di Tanah Suci. Juga ketika nanti mau berangkat ke Tanah Suci calon diazankan. Mohon jawabannya. Terima kasih.

Jawaban :

Budaya walimah safar haji yang sering dilakukan masyarakat Islam Indonesia awalnya adalah sebagai ungkapan syukur calon jamaah haji, sekaligus informasi kepada tetangga dan karib kerabat perihal keberangkatannya ke Tanah Suci. Hal ini dilakukan mengingat pada masa-masa awal umat Islam Indonesia yang hendak melaksanakan haji ke Makkah sangatlah berat dan dengan pengorbanan yang tidak sedikit, bahkan banyak yang meninggal dunia. Dalam perkembangannya, masuklah berbagai macam ritual tambahan bercampur adat dan tradisi yang beragam di setiap pulau nusantara ini, di antaranya adalah contoh yang disebutkan di atas dan contoh lainnya yang beraneka ragam.

Ritual walimah safar haji seperti yang digambarkan tersebut sesungguhnya tidak disyariatkan oleh Islam, bahkan tidak ada kaitan langsung dengan ibadah haji. Jika ritual keberangkatan harus dimandikan lalu dengan  dipercikkan air sapu lidi dan niat memohon keselamatan, tentu sudah keluar dari syariat dan mengarah kepada bid’ah yang dapat merusak kesempurnaan ibadah hajinya. Berhaji itu maksudnya adalah hendak menjumpai Allah di bait-Nya lewat ritual-ritual yang ditetapkan oleh syariat Muhammad SAW.

Maka, hendaklah para calon jamaah haji menjaga kesucian akidah atau tauhidnya dari berbagai penyimpangan syirik, bid’ah, dan khurafat ( mistisisme ). Demikian pula denga ritual mengazankan calon jamaah haji yang hendak berangkat menuju Tanah Suci. “…. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” ( QS al-Kahfi [18] : 110 ). Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 27 September  2011/28 Syawal 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Haji and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s