Menyikapi Kasus Bom Solo


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, sebagai seorang Muslimah saya merasa sedih, malu, dan bingung menyikapi kasus bom Solo. Terlepas dari siapa yang benar dan siapa yang salah, apakah dibenarkan dalam Islam melakukan aksi bom bunuh diri di tempat ibadah orang yang tidak seagama dengan kita? Lalu, bagaimanakah seharusnya orang Islam menyikapi kasus seperti ini? Terima kasih atas penjelasan ustadz.

Nurhasanah,  Solo

Jawaban :

“Dan sekiranya Allah tiada menolak ( keganasan ) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi, dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong ( agama )-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa.” ( QS al-Hajj [22] : 40 ).

Kita sebagai Muslim dan Muslimah tentunya sangat prihatin dengan peristiwa yang mencoreng wajah Islam dan umat Islam yang lekat dengan sebutan rahmatan lil ‘alamin baru-baru ini ( bom Solo ). Diinformasikan bahwa Mabes Polri memastikan pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton, Solo, pada Ahad ( 24/9 ) adalah Ahmad Yosepa Hayat alias Ahmad Abu Daud alias Raharjo alias Hayat.

Ayat yang tersebut di atas memberikan pesan tentang keganasan jiwa orang yang melakukan keonaran, pengeboman, dan perusakan tempat ibadah yang disebut di dalamnya nama Allah. Rasulullah SAW sangat mengecam orang yang melakukan keonaran di tempat ibadah, termasuk di tempat ibadah orang lain. Hal itu tecermin ketika Rasulullah SAW mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman untuk berdakwah. Di sana Mu’adz akan menjumpai kaum ahli kitab ( Yahudi dan Nasrani ), Rasulullah SAW mengingatkan agar Mu’adz tidak mengganggu peribadatan mereka di tempat ibadahnya.

Selain prihatin terhadap peistiwa bom Solo ini, kita juga harus tetap berhati-hati dalam menyerap setiap informasi dan opini yang dikembangkan oleh mereka yang memang senang memojokkan Islam dan umat Islam. Karena, pada situasi seperti ini ada pintu gerbang bagi orang munafik dan anti-Islam untuk terus memojokkan orang yang berusaha konsisten menjalankan syariat Islam dan sunah-sunah Rasulullah SAW.

Tetaplah giat menuntut ilmu Islam dan giatlah melakukan amal saleh. Jangan merasa terganggu dengan pemberitaan dan perilaku orang lemah akal yang mengatasnamakan jihad, apalagi terkurangi semangat kita untuk hidup bersama Islam. “Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah ( pula ) kamu bersedih hati. Padahal, kamulah orang-orang yang paling tinggi  ( derajatnya ) jika kamu orang-orang yang beriman.” ( QS Ali Imran [3] : 139 ). Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu, 28 September  2011/29 Syawal 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s