Ingin Jadi Haji Mabrur


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, tahun ini adalah yang kedua kalinya saya berhaji. Sejujurnya saya merasa kurang puas dengan kesempurnaan haji saya yang pertama. Waktu itu, ilmu manasik haji saya sangat minim. Sekarang saya sadar dan bertekad untuk menyempurnakannya. Saya ingin menjadi haji mabrur. Bagaimana caranya Ustadz?

Asep, Sukabumi

Jawaban :

Haji adalah salah satu jenis ibadah yang sangat agung di hadapan Allah SWT. Karenanya, Allah menjanjikan balasan surga kepada yang sukses menjalankannya ( mabrur ). Tentang haji mabrur, Ibnu Abdil Barr pernah berkata dalam kitabnya At-Tamhid: “Adapun haji mabrur adalah haji yang tidak bercampur dengan riya ( pamer kebaikan ) dan sum’ah (pencitraan diri), tidak pula bertutur kata seronok dan tidak berbuat fasik ( dosa besar ), serta berbekal dengan harta yang halal.”

Kewajiban berhaji hanya sekali seumur hidup. Setelah haji yang pertama, maka haji yang kedua merupakan ibadah sunah. Jika berniat menyempurnakan ibadah haji yang lalu, maka ada beberapa saran saya yang sebaiknya Anda lakukan.

1. Memohon ampunlah kepada Allah atas dosa-dosa dan kekeliruan Anda di haji yang pertama.

2. Syarat diterimanya sebuah ibadah adalah ikhlas dan ittiba’ (mencontoh Rasulullah SAW). Karenanya, sebelum berangkat dalami ilmu, terutama ilmu tauhid dan bab haji.

3. Gunakan harta dan perbekalan yang halal untuk berhaji karena Allah SWT itu baik dan hanya menerima dari yang baik saja. Jauhi harta haram dan yang bercampur syubhat (samar).

4. Sejak saat ini, tinggalkan syirik dan mistik serta perkara bid’ah ( mengada-ada dalam syariat ). Jauhi maksiat sekecil apa pun dan perbanyak ibadah sunah. Di Tanah Suci saat berihram, berjuanglah sekuat tenaga untuk melakukan berbagai ketaatan, jauhi perkataan seronok ( rafats ), jauhi berbantah-bantahan ( jidal ), hindari perilaku dosa besar ( fusuq ).

Kemabruran seseorang sebenarnya sudah dapat dilihat dan dirasakan dari kesungguhannya menunaikan ibadah dan ketaatan saat berada di Tanah Suci. Namun, yang paling nampak adalah perubahan signifikan dalam ketaatan dan ibadah sekembalinya ke Tanah Air. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 30 September  2011/2 Dzulqaidah 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Haji and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s