Hak Waris Tiga Saudara Laki-laki


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz Bachtiar Nasir Yth, mohon kami diberikan penjelasan dan cara perhitungan perihal cara pembagian hak waris menurut agama Islam dengan permasalahan sebagai berikut.

Kedua orang tua kami sudah lama meninggal dunia. Beliau meninggalkan warisan sebuah rumah, pekarangan, dan sebidang tanah. Almarhum ibu kami adalah anak tunggal dan saudara-saudara dari pihak ayah sudah meninggal dunia. Kami tiga bersaudara, laki-laki, dan masih hidup semua. Pertanyaan kami:

1. Bagaimana cara pembagian hak waris menurut sunah Rasulullah SAW. 2. Siapa saja yang harus menjadi petugas atau saksi pembagian tersebut. 3. Bagaimana apabila salah satu dari kami tidak menyetujui warisan tersebut dibagi dengan alasan, kedua orang tua kami tidak pernah membicarakannya.

Demikian pertanyaan dari kami. Atas bantuan dan masukan dari Ustadz, kami mengucapkan terima kasih.

Jawaban:

Harta adalah amanah yang Allah titipkan pada hamba semasa hidupnya karena telah berusaha untuk mendapatkannya. Karena itu, ketika seorang hamba meninggal dunia, harta tersebut dikembalikan lagi kepada Allah dalam pengaturannya. Sebagaimana firman-Nya: “Dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu.” (An-Nur: 33).

Seharusnya, pengaturan harta dikembalikan kepada aturan yang telah Allah gariskan. Di antara bentuk aturan Allah adalah menerapkan hukum kewarisan sesuai dengan ketetapan Allah dan Rasul-Nya, seperti disebutkan dalam surat An-Nisa ayat 11, 12, dan 176. Aturan ini harus dijalankan sekali pun orang tua tidak pernah membicarakannya.

Merujuk pada kasus di atas, ahli waris yang berhak mendapatkan hak waris adalah tiga anak laki-laki dengan bagian yang sama di antara mereka. Masing-masing mendapat 1/3 harta waris. Adapun orang yang berhak menjadi petugas atau saksi dalam pembagian tersebut adalah Muslim, balig, berakal, dan adil. Dan, dianjurkan kepada ahli waris untuk mencatatnya di notaris agar tidak ada gugatan di kemudian hari. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 26 September 2011/27 Syawal 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Waris and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s